MENEGOSIASI KESALEHAN: DAKWAH PEREMPUAN DALAM BAYANG-BAYANG PATRIARKI DI RUANG PUBLIK ACEH
DOI:
https://doi.org/10.24235/meqj6335Abstract
Praktik dakwah perempuan di Aceh dalam konteks struktur sosial dan keagamaan masih dipengaruhi oleh budaya patriarki. Kajian ini fokus untuk mengeksplorasi bagaimana pendakwah perempuan menegosiasikan kesalehan sebagai strategi untuk memperoleh legitimasi serta memperluas partisipasi dakwah di ruang publik Aceh. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan 5 orang da’iyah di Kota Langsa, observasi dan studi dokumentasi. Untuk mengetahui bagaimana struktur sosial membentuk relasi kuasa gender dalam ruang dakwah, maka kajian ini dianalisis dengan menggunakan teori patriarki Sylvia Walby. Untuk melihat praktik kesalehan sebagai strategi negosiasi pendakwah perempuan di ruang publik Aceh, di kaji berdasarkan teori agensi kesalehan Saba Mahmood. Temuan penelitian ini mengungkap bahwa pendakwah perempuan di Aceh merupakan aktor keagamaan yang aktif menegosiasikan kesalehan, sehingga tetap eksis menyampaikan dakwah di ruang publik. Pendakwah perempuan mengembangkan tiga strategi dakwah yang adaptif terhadap norma patriarki, yaitu pendekatan emosional dan spiritual untuk membangun kedekatan dengan jamaah, penguatan dakwah komunitas perempuan sebagai basis sosial, serta adaptasi komunikasi yang kontekstual terhadap budaya lokal. Kajian ini menegaskan bahwa ruang publik Aceh merupakan arena negosiasi antara agama, budaya,dan relasi kuasa gender dalam masyarakat Muslim kontemporer.
Kata Kunci: Agensi Kesalehan; Negosiasi; Pendakwah Perempuan; Patriarki; Aceh
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Aprina, Dr. Mawardi Siregar, MA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

Copyright Notice
An author who publishes in the Orasi: Jurnal Dakwah dan Komunikasi agrees to the following terms:
- Author retains the copyright and grants the journal the right of first publication of the work simultaneously licensed under the Creative Commons Attribution 4.0 International License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal
- Author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work (See The Effect of Open Access).





