Efektivitas Konseling Qur’ani dalam Mereduksi Kecemasan Menanti Pasangan Hidup bagi Perempuan di Cirebon
DOI:
https://doi.org/10.24235/prophetic.v6i1.14757Keywords:
Perempuan Dewasa Awal, Kecemasan Menanti Pasangan, Konseling Qur’ani.Abstract
Masa dewasa adalah periode yang paling panjang dari rentang kehidupan manusia dan syarat dengan tugas, tanggung jawab dan harapan sosial. Salah satu tugas perkembangannya adalah menikah dan membina rumah tangga. Menikah pada usia ideal dan mendapat pasangan sesuai dengan kriteria menjadi harapan setiap orang. Namun, pada kenyataannya terkadang tidak sesuai dengan harapan. Menanti pasangan hidup yang tak kunjung datang membuat perempuan yang berada pada usia ideal menikah merasa cemas sehingga mengganggu stabilitas mentalnya. Menikah adalah takdir Allah SWT yang sudah ditentukan kapan dan dengan siapa namun bersifat gaib. Oleh karena itu, untuk mengatasi kecemasan dalam ketidaktentuan menanti pasangan hidup dapat dilakukan intervensi berupa konseling Qur’ani. Konseling Qur’ani menekankan pada tadabur ayat-ayat Al-Qur’an yang diyakini dapat menenangkan perasaan cemas dan gelisah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode pre-eksperimental dengan desain one group pretest-posttest. Sampel diambil melalui metode purposive sampling yang berjumlah 8 perempuan lajang. Pengumpulan data menggunakan angket skala sikap mengenai kecemasan dalam menanti pasangan hidup. Analisis data menggunakan cara mengelompokan data berdasarkan variabel dari sampel, menyajikan data tiap variabel yang diteliti dan melakukan perhitungan untuk menjawab rumusan masalah serta menguji hipotesis. Hasil perhitungan rata-rata nilai angket pretest sebesar 72,13% dan nilai rata-rata posttest sebesar 57,38 %. Selanjtunya, dilakukan pengujian hipotesis dengan paired sample t test dengan hasil t hitung sebesar 40,305 dengan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 (p value < 0,05) maka H0 ditolak atau rata-rata nilai pretest dan posttest berbeda secara nyata. Maka, dapat disimpulkan bahwa konseling Qur’ani efektif untuk mereduksi kecemasan menanti pasangan hidup pada perempuan.
References
Adi, I. A. R. P., & Tobing, D. H. (2018). Perbedaan tingkat kecemasan dalam memilih pasangan hidup pada wanita triwangsa dewasa awal di Bali yang ditinjau berdasarkan pola asuh otoriter. Jurnal Psikologi Udayana, 5 (1), 99-109.
A, Z., Sa'adah, N., & Alawiyah, D. (2022). Analisis Layanan Bimbingan dan Konseling Qur’ani dalam Menumbuhkan Kesadaran Beragama Peserta Didik di Sekolah. MIMBAR Jurnal Media Intelektual Muslim dan Bimbingan Rohami, 8 (1).
Az-Zahrani, Musfir bin Said. (2005). Konseling Terapi. Jakarta: Gema Insani Press.
Atkinson, R., & dkk. (2010). Pengantar Psikologi jilid 2. Jakarta: Interkasara Publisher.
Adz-dzaky, Hamdani Bakran. 2015. Konseling dan Psikoterapi Islam. Yogyakarta: Al-Manar.
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). (2017, Mei 12). Usia Pernikahan Ideal 21-25 tahun. Diakses pada tanggal 10 Juli 2023 dari https://www.bkkbn.go.id/detailpost/bkkb n-usia-pernikahan-ideal-21-25-tahun
Dariyo. (2014). Psikologi Perkembangan Dewasa Muda. Jakarta: Grasindo.
Diponegoro, D. A. (2014). Psikologi dan Konseling Qurani. Yogyakarta: Multi Presindo.
Effendi, R, W., Tjahjono, E. (2018). Hubungan Perilaku Coping dan Dukungan Sosial Dengan Kecemasan Pada Ibu Hamil Anak Pertama, Jurnal: Anima. Vol 14, No. 54.
Hairina, Y. (2018). Konseling Qur’ani: Suatu Model Pendekatan Konseling untuk Mengatasi Gangguan Depresi. In Seminar Nasional Dan Workshop Bimbingan Dan Konseling, UIN Banjarmasin.
Hall, Calvin & Garner Lindzey. (1985). Introduction to Theories of Personality. Canada: John Wiley & John.
Himawan, K. K. (2019). Examining the mental health, the reasons, and the coping strategies of individuals remaining single in Indonesia. The International Journal of Health, Wellness, and Society.
Hurlock. E. B. (2017). Psikologi Perkembangan Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.
Julaeha, E. (2019). Peran Pembimbing Konseling Islam dalam Menangulangi Konflik, Stres, Trauma dan Frustrasi. Prophetic: Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal, 2 (1), 111-126.
Maliki, M., & Lutfhi, M. (2017). Bimbingan konseling berbasis Qur’ani dalam mengentaskan problematika stress. Al-Tazkiah, 6 (2), 111-129.
Maramis. (2018). Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Surabaya: Airlangga University Press.
Melliana, S. A. (2015). Menjelajah tubuh: Perempuan dan Mitos Kecantikan. Yogyakarta: LKIS Pelangi Aksara.
Pebyamoriski, N., Minarni, M., & Musawwir, M. (2022). Perbedaan Kecemasan Memilih Pasangan Hidup pada Dewasa Awal Berdasarkan Demografi. Jurnal Psikologi, 15 (2), 219-228.
Papalia, D. E., Feldman, R. D. (2014). Experience Human Development [Menyelami Perkembangan Manusia].(Alih Bahasa : F. Herarti). Jakarta: Salemba Hunamika.
Paputungan, F. F., Gunawan, P. N., Pangemanan, D. H. C., & Khoman, J. A. (2019). Perbedaan tingkat kecemasan berdasarkan jenis kelamin pada tindakan penumpatan gigi. Jurnal e-Clinic, 5 (2), 71-76.
Putri, A. F. (2019). Pentingnya orang dewasa awal menyelesaikan tugas perkembangannya. SCHOULID: Indonesian Journal of School Counseling, 3 (2), 35-40.
Ramadhan, D. (2016). Mengatasi Depresi dengan Psikoterapi Islami (Membaca dan Mengkaji Al-Qur’an). In Seminar Asean Psychology and Humanity.
Santrock, J. W. (2012). Life span development (Perkembangan Masa Hidup, Jilid 2). Alih Bahasa: J. Damanik. Jakarta: Erlangga.
Sartini, N. T. (2021). Dzikir Sebagai Psikoterapi Islam Dalam Mengatasi Kecemasan Menurut Dadang Hawari. (Doctoral dissertation, IAIN Bengkulu).
Semiun, Yustinus. (2006). Kesehatan Mental 1. Yogyakarta: Kanisinus.
Sugiyono. (2021). Metode Penelitian Penerapan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Tambunan, S. (2018). Seni Islam Terapi Murattal Alquran Sebagai Pendekatan Konseling Untuk Mengatasi Kecemasan. Al-Mishbah: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi, 14(1), 75-89.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
Utami, V., Hakim, L., & Junaidin, J. (2019). Hubungan harga diri dengan kecemasan memilih pasangan hidup pada perempuan dewasa awal. Jurnal Psimawa, 2(1), 15- 20. https://doi.org/10.1234/jp.v2i1.431
Zaini, A. (2015). Shalat sebagai terapi bagi pengidap gangguan kecemasan dalam perspektif psikoterapi islam. Konseling Religi: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 6(2), 319-334.
Downloads
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Proposed Policy for Journals That Offer Delayed Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).