Pendekatan Bimbingan dan Konseling Multikultural KH. Abdurrahman Wahid dalam Penyelesaian Konflik Intoleransi menurut Perspektif Sahabat dan Murid
DOI:
https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i2.9659Keywords:
Bimbingan dan Konseling Multikultural, Konflik Intoleransi, KH. Abdurrahman Wahid.Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh upaya penyelesaian konflik intoleransi yang dilakukan KH. Abdurrahman Wahid menggunakan pendekatan bimbingan dan konseling multikultural pada masyarakat yang masih menimbulkan gejolak-gejolak permusuhan bahwa perbedaan warna kulit, ras dan agama dapat menjadi salah satu faktor pemicunya, sehingga menjadi permasalahan sosial maupun kerentanan masyarakat yang hidup di wilayah multikultural seperti Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan bimbingan dan konseling multikultural KH. Abdurrahman Wahid dalam penyelesaian konflik intoleransi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan menggunakan metode wawancara. Selain itu, analisis data melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan demikian kesimpulan dalam penelitian ini dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, masalah dan rumusan masalah dalam penelitian ini berkembang setelah dilakukan penelitian. Hasil penelitian pendekatan bimbingan dan konseling multikultural KH. Abdurrahman Wahid dalam upaya penyelesaian konflik intoleransi menurut perspektif sahabat dan murid meliputi pendekatan konseling multikultural yang dilakukan oleh KH. Abdurrahman Wahid yaitu pendektatan kemanusiaan, pendekatan dialog dan pendekatan kultural. Perspektif sahabat dan murid murid mengenai upaya KH. Abdurrahman Wahid dalam penyelesain konflik melalui pendekatan konseling multikultural diantaranya Gus Dur sebagai man of ideas, Gus Dur sebagai bapak plularisme , Belajar dari Gus Dur, dan 9 nilai utama Gus Dur. Serta keberhasilan pendekatan konseling multikultural KH. Abdurrahman Wahid dalam upaya penyelesaian konflik intoleransi menurut perspektif sahabat dan murid dimana keberhasilan tersebut dapat dilihat dari meredamnya konflik-konflik yang sedang bergejolak dan menjaga integritas negara.References
Agama. Departemen. (2015). Al-Quran Terjemah. Bandung : CV Darus Sunah.
Baasir, Faisal. (2003). Etika Politik : Pedagangan Seorang Politisi Muslim. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.
Cross, M. C., & Papadopoulos, L. (2001). Becoming a Therapist: A Manual For Personal And Professional Development. Canada: Brunner-Routledge, Taylor and Francis In.
Iswanto, Agus. (2009). Integrasi PAI dan PKN;Mengupayakan PAI yang Berwawasan Multikultural dalam Pendidikan Agama Islam dalam Perspektif Multikulturalisme. Jakarta: Balai Litbang Agama.
Juntika, A. N. (2006). Bimbingan dan Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: PT Refika Aditama.
Liliweri, Alo. (2005). Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural . Yogyakarta: LkiS.
Lubis, Akhyar Yusuf. (2006). Demokrasi Epistemologi Modern. Jakarta : Pustaka Indonesia Satu.
Mahfud, Chairul. (2009). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Maksum, Ali. (2007). Pendidikan Kewarganegaraan ; Demokrasi, HAM, CivilSocuety dan Multikulturalisme. Malang: Pusat Studi Agama.
Munandir. (2001). Ensiklopedia Pendidikan. Malang: UM Press.
Prayitno, & Amti, E. (1999). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Rinneka Cipta.
Prayitno. (2005). Konseling Pancawaskita. Padang : FIP Universitas Negeri Padang.
Roth, John K. (2003). Persoalan-persoalan Filsafat Agama (Kajian Pemikiran 9 Tokoh dalam Sejarah Filsafat dan Teologi), Penerjemah Ali Noer Zaman (dari judul asli The Problems of the Contemporary Philosophy of Religion, Harper and Row, 1974), Pustaka Pelajar, Yogyakarta.
S Willis, Sofyan. (2003). Konseling Individual. Bandung : Alfabeta.
Suaedy, Ahmad. (2018). Gus Dur Islam Nusantara dan Kewarganegaraan Bhineka. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Thoha, Anis Malik. (2005). Tren Pluralisme Agama. jakarta: Perspektif.
Tilaar, H. A. T. (2005). Multikulturalisme; Tantangan Global Masa Depan. Jakarta: Grasindo.
Tohirin. (2011). Bimbingan dan Konseling di Sekolah dan Madrasah. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Umami, Khoirul. (2011). Pemikiran Politik Gus Dur Studi Tentang Pola Hubungan Antara Agama Dan Negara Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press.
Wahid Abdurrahman. (2001). Gerakan Islam dan Wawasan Kebangsaan, Depok: Penerbit Desantara.
Wahid, Abdurrahman. (2001). Pergulatan Negara, Agama dan Kebudayaan. Jakarta: Desantara.
Wahid, Abdurrahman. (2001). Pribumisasi Islam; Pergulatan Agama Negara dan Kekuasaan, Depok: Desantara.
Walgito, B. (2004). Bimbingan dan Penyuluhan di Sekolah. Yogyakarta: Andi Offset.
Winkel, W.S., Hastuti, S. (2007). Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
Yahya, Ali. (2007). Sama tapi Berbeda, Potret Keluarga Besar KH. Wahid hasyim. Jombang: Pustaka Ikapete The Ahmadi Instiut.
Yaqin, M. Ainul. (2005). Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pilar Media
Ahmad, U. (2016). Konseling Lintas Budaya Perspektif Abdurrahman Wahid (Vol. 7, No. 1, Juni 2016).
Launikari, M., & Puukari, S. (2005). The Handbook Multicural Guidance and CounselingTheoritical Foundations and Best Practices in Europe. Finlandia: Centre for International Mobility CIMO and Institute for Educational Research.
Minnery, John. R. (1985). Conflict Management In Urban Planning. Brookfield: Gower Publishing Company.
Nuzilah. (2016). Counseling Multikultural (Vol 2, Nomor 2, July 2016) Jurnal Edukasi
Patterson, CH. 2004. “Do We Need Multicultural Counseling Competencies?â€, Mental Health Counseling 26, no, 2004.
Rosjidan. (1995). Pengembangan Bimbingan dan Konseling dengan Budaya Nasional: rintisan. Makalah disampaikan dalam Kongres VIII dan Konvensi nasional X IPBI di Surabaya.
Sandra Colins & Nancy Arthur. (2006). “Culture-Infused Counselling: A Fresh Look at a Classic Framework of Multicultural Counseling Competencies,†Counseling Psychology Quarterly 23, no 2. 2006.
https://quran.kemenag.go.id/share/?q=4625 diakses pada tanggal 26 Februari 2021
Sekretariat Nasional Jaringan GUSDURian (SekNas JGD). Gus Dur dalam Berbagai Perspektif. Yogyakarta: SekNas JGD, 2019
Wahid, Marzuki. (2019). Gus Dur Studies, Yogyakarta: SekNas JGD.
www.wahidinstitute.org //sejarah berdirinya The Wahid Institute, diakses pada 08 Maret 2021
Downloads
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Prophetic : Professional, Empathy, Islamic Counseling Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Proposed Policy for Journals That Offer Delayed Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).