Kesewenang-wenangan Normatif Metode Levels of Abstraction Floridi, Meta-LoA, dan Bukti Pelanggaran Hak Asasi Manusia Digital di Indonesia Normative Arbitrariness in Floridi's Method of Levels of Abstraction, Meta-LoA, and Evidence of Digital Human Rights Violations in Indonesia

Main Article Content

Fransiskus Sabar
M. Mukhtasar Syamsuddin
Samuel Soi
Adrianus Mai

Abstract

ABSTRAK: Metode Levels of Abstraction (LoA) merupakan pijakan metodologis bagi etika informasi Luciano Floridi karena metode ini memungkinkan evaluasi moral atas sistem-sistem informasional dari berbagai sudut pandang (observable) sekaligus mengklaim netralitas deskriptif di antara sudut pandang tersebut. Artikel ini berargumen bahwa fleksibilitas tersebut justru menjadi kerentanan terbesar kerangka kerja ini, sebab tanpa adanya kriteria yang mengikat mengenai level abstraksi mana yang harus diutamakan ketika penilaian moral dipertaruhkan, metode LoA dapat digunakan untuk memilih sudut pandang mana pun yang menguntungkan suatu aktor sembari menyembunyikan kerugian terhadap martabat manusia. Artikel ini mengembangkan kritik tersebut secara sistematis, membangun meta-LoA sebagai hierarki normatif tiga tingkat yang menempatkan martabat manusia sebagai observable tertinggi yang mengikat, dan menguji kerangka kerja tersebut terhadap tiga kasus kontemporer di Indonesia, yaitu kebocoran data massal serta lambannya penegakan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi Indonesia, praktik penagihan predatori dalam pinjaman daring yang mengeksploitasi data pribadi hingga menimbulkan korban jiwa, dan tata kelola algoritmik pekerja platform ojek daring yang mata pencahariannya diputus tanpa proses yang adil (due process). Pada setiap kasus, aktor-aktor terkait mengevaluasi sistem mereka pada level abstraksi teknis, finansial, atau operasional mana pun yang paling menguntungkan, sembari menunda atau mengabaikan evaluasi pada level martabat manusia. Artikel ini menyimpulkan bahwa kesewenang-wenangan normatif LoA bukan sekadar persoalan internal bagi filsafat informasi, melainkan mekanisme yang secara nyata memfasilitasi ethics washing dan pelanggaran hak asasi manusia dalam tata kelola digital, serta mengusulkan agar penilaian dampak terhadap martabat manusia (human-dignity impact assessment) dijadikan langkah pertama yang wajib dalam regulasi perlindungan data dan ekonomi platform.
Kata Kunci: Levels of Abstraction; Meta-LoA; Etika Informasi; Luciano Floridi; Hak Asasi Manusia Digital; Tata Kelola Platform.

ABSTRACT: The method of Levels of Abstraction (LoA) is the methodological cornerstone of Luciano Floridi's information ethics, and it enables the moral evaluation of informational systems from multiple viewpoints (observables) while claiming descriptive neutrality among them. This article argues that this flexibility is the framework's greatest vulnerability, because absent a binding criterion for which level of abstraction must take precedence when moral judgment is at stake, the LoA method can be used to select whichever viewpoint benefits an actor while concealing harm to human dignity. The article develops this critique systematically, constructs meta-LoA as a three-tier normative hierarchy placing human dignity as the highest binding observable, and tests the framework against three contemporary Indonesian cases, namely a mass data breach and the sluggish enforcement of Indonesia's Personal Data Protection Law, predatory debt-collection practices in online lending that exploit personal data to the point of fatal harm, and the algorithmic governance of ride-hailing platform workers whose livelihoods are terminated without due process. In each case, the relevant actors evaluate their systems at whichever technical, financial, or operational level of abstraction is most favorable, while deferring or omitting evaluation at the level of human dignity. The article concludes that LoA's normative arbitrariness is not merely an internal problem for the philosophy of information but a mechanism that materially facilitates ethics washing and human rights violations in digital governance, and it proposes that human-dignity impact assessment be made the mandatory first step in data-protection and platform-economy regulation.
Keywords: Levels of Abstraction; Meta-LoA; Information Ethics; Luciano Floridi; Digital Human Rights; Platform Governance.

Article Details

Section

ARTICLES

How to Cite

Sabar, Fransiskus, M. Mukhtasar Syamsuddin, Samuel Soi, and Adrianus Mai, trans. 2026. “Kesewenang-Wenangan Normatif Metode Levels of Abstraction Floridi, Meta-LoA, Dan Bukti Pelanggaran Hak Asasi Manusia Digital Di Indonesia: Normative Arbitrariness in Floridi’s Method of Levels of Abstraction, Meta-LoA, and Evidence of Digital Human Rights Violations in Indonesia”. JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan 12 (1): 50-82. https://doi.org/10.24235/yw5vrr84.