Reconstructing The Moral Role of Mamak in Minangkabau Islamic Education in The Digital Era: The Hybrid Kinship Pedagogy Model Rekonstruksi Peran Moral Mamak dalam Pendidikan Islam Minangkabau di Era Digital: Model Hybrid Pedagogi Kekerabatan

Main Article Content

Ahmad Suryadi
Khairil Husaini  Bin Jamil

Abstract

ABSTRACT: The digital era has profoundly transformed patterns of religious socialization within Muslim families. Through social media, online platforms, and internet-based communication, the moral authority once anchored in family and customary figures has shifted toward a digital space that is increasingly individualistic and algorithmic. This transformation has directly weakened the moral role of the mamak (maternal uncle) in the religious upbringing of his kemenakan in Minangkabau society, without implying that all mamak uniformly fulfil this role; the focus is on its moral dimension at the personal and kinship levels. The study aims to reconstruct the moral role of the mamak in Minangkabau Islamic education in the digital era, grounded in Sunnah values and local wisdom. A qualitative library-research design with field confirmation was employed, with scholarly literature and classical hadith collections as the primary data, supported by a purposively selected set of contextual interviews with Minangkabau adat practitioners. Data were analysed using descriptive-analytical, socio-pedagogical, and thematic-contextual hadith (mawḍūʻī) approaches, and interpreted through attachment, ecological-systems, and social-identity perspectives. The findings show that digitalization has progressively marginalized the mamak's involvement in shaping the religious identity of the kemenakan, while Sunnah values concerning the moral responsibility of adult male kin remain normatively relevant. The study proposes the Hybrid Kinship Pedagogy model, positioning the mamak as moral mentor, cultural mediator, and digital-literacy companion.
Keyword: Mamak; Minangkabau; Hybrid Kinship Pedagogy.

ABSTRAK: Era digital telah secara mendalam mengubah pola sosialisasi keagamaan dalam keluarga Muslim. Melalui media sosial, platform daring, dan komunikasi berbasis internet, otoritas moral yang semula berpusat pada keluarga dan figur adat bergeser ke ruang digital yang semakin individualistis dan algoritmik. Transformasi ini secara langsung melemahkan peran moral mamak (saudara laki-laki ibu) dalam pembinaan keagamaan kemenakannya di masyarakat Minangkabau, tanpa mengasumsikan bahwa seluruh mamak secara seragam menjalankan peran ini; fokus penelitian ini adalah dimensi moralnya di tingkat personal dan kekerabatan. Penelitian ini bertujuan merekonstruksi peran moral mamak dalam pendidikan Islam Minangkabau di era digital, berlandaskan nilai-nilai Sunnah dan kearifan lokal. Digunakan desain penelitian kepustakaan kualitatif dengan konfirmasi lapangan, dengan literatur ilmiah dan koleksi hadis klasik sebagai data primer, didukung sejumlah wawancara kontekstual yang dipilih secara purposif terhadap praktisi adat Minangkabau yang aktif dalam kehidupan kekerabatan. Data dianalisis menggunakan pendekatan deskriptif-analitis, sosio-pedagogis, dan tematik-kontekstual hadis (mawḍūʻī), serta diinterpretasikan melalui perspektif kelekatan, sistem ekologi, dan identitas sosial. Temuan menunjukkan bahwa digitalisasi secara progresif meminggirkan keterlibatan mamak dalam membentuk identitas keagamaan kemenakan, sementara nilai-nilai Sunnah mengenai tanggung jawab moral kerabat laki-laki dewasa, yaitu waliy, kafil, dan tarbiyah, tetap relevan secara normatif. Penelitian ini mengusulkan model Hybrid Kinship Pedagogy, yang memosisikan mamak sebagai mentor moral, mediator budaya, dan pendamping literasi digital, sebagai strategi memperkuat ketahanan identitas keagamaan generasi muda Minangkabau.
Kata Kunci: Mamak; Minangkabau; Hybrid Kinship Pedagogy.

Article Details

Section

ARTICLES

How to Cite

Suryadi, Ahmad, and KhairilHusaini BinJamil, trans. 2026. “Reconstructing The Moral Role of Mamak in Minangkabau Islamic Education in The Digital Era: The Hybrid Kinship Pedagogy Model: Rekonstruksi Peran Moral Mamak Dalam Pendidikan Islam Minangkabau Di Era Digital: Model Hybrid Pedagogi Kekerabatan”. JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama Dan Kemanusiaan 12 (1): 152-85. https://doi.org/10.24235/vpqpzn32.