RELASI PEREMPUAN-LAKI-LAKI PADA KOMUNITAS DAYAK HINDU-BUDHA BUMI SEGHANDU INDRAMAYU; Suatu Eksplorasi Antropologis
DOI:
https://doi.org/10.24235/jy.v6i2.7257Abstract
Isu gender masih menarik dibincang karena meruntuhkan nilai-nilai lokal yang secara langsung mengukuhkan budaya patriarkal. Indonesia misalnya, adalah salah satu negara yang budayanya sedikit banyak berkarakter sangat patriarkal sekali. Tentu, hal ini bukan suatu klaim atau bentuk generalisasi. Ada komunitas tertentu di Indonesia justru mempunyai pemahaman dan keyakinan yang cukup mumpuni terhadap persoalan kesetaraan gender (gender equality). Kesadaran Komunitas tersebut telah menjadi bagian penting dalam pola relasi laki-laki-perempuan dalam bermasyarakat. Komunitas itu adalah Suku Dayak Hindu-Budha Bhumi Seghandu.
Kata Kunci: Gender, Komunitas, Dayak, Indramayu
References
Earl Babbie, 1998, The Practice of Social Research, Wardswords Publishing
Company, New York.
Ian Craib, Teori-Teori Sosial Moderen; Dari Parson Hingga Habermas, 1992, Jakarta,
Rajawali Press.
Jerome Kirk, Merc L. Miller, 1986, Reliability and Validity in Qualitative Research,
Baverly Hills: Sage Publicatication.
Lexy Moeleong, 2002, Metodologi Penelitian Kualitatif, Rosdakarya, Bandung.
Noeng Muhadjir, “Wahyu Dalam Paradigma Penelitian Ilmiah Pluralisme
Metodologik;Metode Kualitatif†dalam Taufik Abdullah dan M. Rusli Karim (ed.), 1991, MetodologiPenelitian Agama, Sebuah Pengantar, Tria Wacana, Yogyakarta.
Nur Syam, 2005, Islam Pesisir, LKiS, Jogjakarta.
Soetandyo Wignyosoebroto, ‘Fenomena CQ Realitas Sosial Sebagai Obyek Kajian Ilmu (Sains) Sosial, dalam Burhan Bungin (ed.), 2001, Metodologi
Penelitian Kualitatif, Raja Grafindo Persada, Jakarta.
Stephen Cole, 1980, The Sociological Method: An Introduction to The Science of Sociology, Rand McNally Company, Chicago, hal. 79.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.