Peran Tradisi Seren Taun Dalam Upaya Meningkatkan Pewarisan Nilai-Nilai Sosial Dan Budaya Di Kalangan Remaja Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan
DOI:
https://doi.org/10.24235/edueksos.v5i1.992Abstract
Penelitian ini berangkat dari studi awal di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Semakin majunya arus globalisasi rasa cinta terhadap budaya semakin berkurang. Hal ini berdampak negatif bagi masyarakat Cigugur, khususnya pada kalangan remaja. Remaja telah banyak melupakan tradisi seren taun. Padahal Tradisi seren taun bertujuan untuk memelihara kerukunan masyarakat dan mengajarkan sikap gotong-royong, kearifan lokal dalam menjaga keseimbangan antara manusia dan alam, nasehat-nasehat dalam mengarungi kehidupan yang diisyaratkan melalui simbol-simbol yang digunakan dalam upacara tradisi seren taun. Kenyataannya pada saat ini para remaja lebih mudah menyerap budaya luar. Sehingga mereka sudah tidak peduli lagi pada tradisi seren taun yang semestinya harus dilestarikan, karena mereka kurang mengetahui nilai-nilai sosial dan budaya yang diambil dari berbagai tiap rangkaian kegiatan yang dilakukan. Karena fenomena itulah penulis merasa tertarik untuk meneliti tradisi seren taun.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan tradisi seren taun, mendeskripsikan nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi seren taun di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dan mengetahui bagaimana proses pewarisan nilai-nilai sosial dan budaya dalam tradisi seren taun di kalangan remaja Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur Kabupaten Kuningan. Harapan ideal agar budaya seren taun itu tetap lestari dan menjadi alat kebanggaan bagi bangsa Indonesia, dan masyarakat Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan.
Sebagai kerangka pemikir pewarisan budaya umunya dilaksanakan melalui saluran lingkungan keluarga, masyarakat, sekolah, lembaga pemerintahan, perkumpulan, institusi resmi, dan media massa. Melalui proses pewarisan budaya maka akan terbentuk manusia-manusia yang memiliki kepribadian selaras dengan lingkungan alam, sosial dan budayanya. Manusia dan kebudayaan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan, karena manusia merupakan pendukung kebudayaaan. Jika manusia akan mati, kebudayaan yang dimilikinya akan selalu diwariskan kepada keturunannya, dan seterunya (Poerwanto 2008: 86).
jenis penelitian ini adalah kualitatif. penelitian ini dilakukan menggunakan studi lapangan. pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi secara menyeluruh, wawancara dan dokumentasi untuk mendapatkan informasi mengenai masalah yang diteliti. Desa yang dijadikan sebagai tempat penelitian yaitu di Kelurahan Cigugur, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Adapun subjek dalam penelitian ini adalah masyarakat (Kepala Kelurahan Cigugur, Ketua Adat, dua orang panitia, dua orang sesepuh, dan enam remaja). Adapun prosedur dalam menganilisis data kualitatif menurut (Sugiyono, 2013: 337—345) adalah reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan.
Berdasarkan analisis diatas, dapat disimpulkan hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tradisi seren taun adalah ungkapan rasa syukur masyarakat Sunda yang dilakukan tiap tahun seraya berharap hasil pertanian mereka di tahun yang akan datang meningkat. Proses pelaksanaan tradisi seren taun ada tiga tahapan yaitu damar sewu, pesta dadung, dan tari buyung. Dalam perayaan tradisi seren taun mengandung nilai-nilai positif untuk manusia dan kebudayaannya. Nilai-nilai sosial dan budaya yang terkandung dalam tradisi seren taun di Kelurahan Cigugur antara lain adanya nilai kebersamaan, nilai kesatuan, nilai kegotong royongan, nilai religiousitas tercermin dalam doa bersama yang dilakukan masyarakat Cigugur terdiri dari berbagai pemeluk ajaran agama, adanya nilai pelestarian budaya, saling menghargai, dan saling menghormati satu sama lain. Proses pewarisan nilai-nilai sosial dan budaya tradisi seren taun di kalangan remaja Kelurahan Cigugur yaitu melalui masyarakat, melalui keluarga, dan melalui media massa.
                                 Â
Kata Kunci : Pewarisan Nilai-Nilai Sosial dan Budaya di Kalangan Remaja
References
Bungin.2007. Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Kanisius.
Effendi, Ridwan. 2012. Teori- Teori Kebudayaan. Bandung: PT Rosdakarya.
Ekadjati, Edi S. 2002. Masyarakat Sunda dan Kebudayaannya. Bandung: Girimukti Pasaka.
Endraswara, Suwardi. 2013. Memayu Hayuning Bawana: laku Menuju Keselamatan dan Kebahagiaan Hidup Orang Jawa. Yogyakarta: Narasi.
Hormans. 2004. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Bumi Aksara.
Jacobus ranjabar. 2013. Sistem Sosial Budaya Indonesia Suatu Pengantar. Bandung: Alfabeta.
K. Bertens. 2000. Etika. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
Ki. Hajar Dewantara. 1979. Bagian Pertama Pendidikan. Yogyakarta: Taman Siswa.
Koentjaraningrat. 2000. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Liliweri, Alo. 2007. Makna Budaya Dalam Komunikasi Antarbudaya. Yogyakarta: LKIS.
Maran Raga, Rafael 2000. Manusia dan Kebudayaan Dalam Perspektif Ilmu Budaya Dasar, Jakarta: PT Rineka Cipta.
Miles dan Huberman. 2012. Penelitian kebudayaan. Jakarta: Bumi Aksara.
Moleong, J Lexy. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution. 2003. Penelitian Kualitatif, Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.
Pilliang. 2006. Identitas Dalam Konsepsi Jonathan Rutherford. Jakarta: Gramedia Pustaka Umum.
Poerwanto, Hari. 2008. Kebudayaan dan Lingkungan Dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Pram, 2013. Suku Bangsa Dunia dan Kebudayaannya. Jakarta: Cerdas Interaktif.
Rostiyanti, Ani. dkk. 1995. Fungsi Upacara Adat Bagi Masyarakat Pendukungnya Masa Kini. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sachari, Agus. 2007. Budaya Visual Indonesia. Yogyakarta: Erlangga.
Soekanto, Soerjono. 2007. Sosiologi Suatu penganta. Jakarta : PT Raja Grafindo.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Sumaatmadja. 2000. Nilai-Nilai Budaya. Bandung: PT Rosdakarya.
Sunahrowi. 2010. Pewarisan Budaya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sutopo, HB.2006. Metode Penelitian Kualitatif. Surakarta. UNS Press.
Sztompka, Piotr. 2010. Pengertian Tradisi. Jakarta: Prenada Media Group.
Tilaar, H.A.R. 2013. Pendidikan Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Tumanggor, Rusmin. 2010. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Prenada Media Group.
Yusdi, Ahmad. 2006. Etika Kebudayaan. Jakarta: Rineka Cipta.
Zahruddin AR. 2003. Pengantar Studi Akhlak. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
By submitting the manuscript, the author(s) agree to the following terms:
- The copyright of published articles will be assigned to Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi as the publisher of the journal under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. The intended copyright includes the right to publish articles in various forms (including reprints). Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi maintains the publishing rights to the published articles.
- Authors are permitted to disseminate the published articles by sharing the link/DOI of the article at Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi. authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi with an acknowledgment of initial publication to this journal.