ACCELERATED LEARNING UNTUK ANAK SUPERNORMAL SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM PENDIDIKAN DASAR
DOI:
https://doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v2i2.100Abstract
Pelayanan pendidikan yang berdiferensiasi dengan menggunakan kurikulum yang berdiversifikasi dapat diimplementasikan melalui penyelenggaraan sistem percepatan kelas (akselerasi). Dengan sistem percepatan kelas, siswa yang memiliki kemampuan dan kecerdasan luar biasa diberi peluang untuk dapat menyelesaikan studi di SD kurang dari 6 tahun (misalnya 5 tahun atau 4 tahun), di SLTP dan SMU masing-masing kurang dari 3 tahun (misalnya 2 tahun), dengan menyelesaikan semua target kurikulum tanpa meloncat kelas. Dari aspek kurikulum, pendidikan untuk anak cerdas istimewa membutuhkan diferensiasi kurikulum yaitu memberikan tugas dan kegiatan belajar yang berbeda dari rata-rata anak seusianya sesuai dengan kebutuhan belajarnya. Diferensiasi kurikulum bagi peserta didik cerdas istimewa dapat dilakukan melalui tiga jalur: enrichment (pengayaan) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan perluasan materi kurikulum, extension (pendalaman) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan investigasi bidang studi secara lebih mendalam, dan acceleration (percepatan) yaitu kegiatan belajar yang memungkinkan untuk menyelesaikan materi belajar dalam waktu yang lebih singkat.References
Baharuddin, dkk. 2007. Teori Belajar dan Pembelajaran , Yogyakarta Ar-Ruzz Media Group.
Bobbi de Porter & Mike Hernacki. 2000. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung : Kaifa.
Dahlan, M.D. 2000. " Pendidikan yang Berorientasi pada Perkembangan Siswa" dalam buku Shindunata (ed.), Membuka Masa Depan Anak-anak Kita, Yogyakarta : Kanisius.
Moegiadi. 1991. Perhatian Khusus terhadap Peserta Didik Berbakat. Jakarta: Badan Pertimbangan Pendidikan Nasional.
Mulyasa, E. 2005. Implementasi Kurikulum 2004: Panduan Pembelajaran KBK, Bandung : Remaja Rosdakarya.
Nasoetion, Andi Hakim. 1982. Anak Berbakat dan Kemungkinan Menemukannya di Indonesia. Jakarta: C.V. Rajawali.
Renzulli, J.S., S.M. Reis, & L.H. Smith. 1981. The Revolving Door Identification Model. Connecticut: Creative Learning Press.
S. Wojowasito & Poerwadarminta, Kamus Lengkap Inggris Indonesia. 1983. Jakarta : Hasta.
Sutrisno. 2005.Revolusi Pendidikan di Indonesia,Yogyakarta Ar-Ruzz Media Group.
Tirtonegoro, Sutratinah. 2001. Anak SupernormaL dan Program Penanganannya, Jakarta : Bumi Aksara.
UU Sisdiknas No.2 Tahun 1989
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain the copyright to their work and grant the journal the right of first publication and distribution. All articles published in the Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI are licensed under the Creative Commons Attribution–ShareAlike 4.0 International License (CC BY-SA 4.0)
This license permits others to use, share, adapt, distribute, and reproduce the published work in any medium or format, provided that appropriate credit is given to the original author(s) and the source, a link to the license is provided, and any changes made are indicated. Any derivative works must be distributed under the same license (CC BY-SA 4.0).
Authors are allowed to deposit the final published version of their articles in institutional or other repositories and to share their work for academic and non-commercial purposes, provided that proper citation of the original publication in the journal is included.
![]()
The Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License













