STRATEGI PENINGKATAN KINERJA GURU

Authors

  • Moh Masnun IAIN Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.24235/al.ibtida.snj.v1i2.351

Abstract

ABSTRAK

Setiap professional ingin menunjukkan bahwa kinerjanya dapat dipertanggung-jawabkan. Guru sebagai seorang professional mempertaruhkan profesi pada kualitas kerjanya. Kinerja yang berkualitas menggambarkan kualitas profesionalnya, dan sebaliknya kinerja yang dibawah standar kerja menggambarkan ketidakberhasilannya menghormati profesinya sendiri.

Semua pihak menyadari bahwa kinerja guru berbanding lurus dengan peningkatan mutu pendidikan. Sayangnya, tidak sedikit para guru bekerja di bawah standar kerja yang telah ditetapkan, bukan karena tidak mampu tetapi karena belum terbangun budaya kerja yang baik. Kondisi seperti itu disebabkan oleh rendahnya gairah kerja yang berdampak pada penurunan kinerja. Apabila diamati gairah kerja berbentuk seperti grafik sinus yang suatu saat akan menemui titik jenuh jika tidak ada upaya preventif dan kuratif baik dari dirinya sendiri maupun bimbingan dari atasannya. Oleh karena itu, penanganan yang paling tepat ialah melalui peningkatan motivasi kinerja. Motivasi kinerja memiliki empat tahap, yaitu : (1) penetapan standar kinerja; (2) audit kinerja; (3) pemberian umpan balik secara langsung; dan (4) motivasi kinerja.

Mengingat pentingnya keterlibatan guru, profesi perlu dikembangkan secara terus menerus dan proporsional sesuai jabatan fungsionalnya. Maka dari itu, salah satu upaya yang ditempuh ialah memberlakukan Penilaian Kinerja Guru (PK Guru) untuk menjamin proses pembelajaran yang berkualitas pada semua jenjang pendidikan. Penilaian kinerja guru perlu dilakukan agar fungsi dan tugas yang ada pada jabatan fungsional guru dilaksanakan sesuai dengan aturan dan kode etik yang berlaku.

Kinerja guru tidak terwujud dengan begitu saja, tetapi dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Baik faktor internal maupun eksternal sama-sama membawa dampak terhadap kinerja guru. Faktor internal kinerja guru adalah faktor yang datang dari dalam diri guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah kemampuan, keterampilan, kepribadian, persepsi, motivasi menjadi guru, pengalaman lapangan dan latar belakang keluarga.

Faktor eksternal kinerja guru adalah faktor yang datang dari luar, guru yang dapat mempengaruhi kinerjanya, contohnya ialah (1) gaji; (2) sarana dan prasarana, (3) lingkungan kerja fisik; (4) kepemimpinan.

Kata Kunci : Kinerja, Profesi, Penilaian

References

DAFTAR PUSTAKA

Ardiansyah, Asrori. 2011. Langkah Strategis Meningkatkan Kinerja. Bandung: Remaja Rosdakarya

Damin, Sudarwan dan Suparno. 2009. Manajemen dan Kepemimpinan Transformasional Kekepalasekolahan: Visi dan Strategi Sukses Era Teknologi, Situasi Krisis dan Internasional Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Depdiknas. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Ketiga. Jakarta: Balai Pustaka

Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008. Administrasi dan Pengelolaan Sekolah. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan, Ditjen PMPTK, Depdiknas.

Direktorat Tenaga Kependidikan. 2008. Penilaian Kinerja Guru. Jakarta : Direktorat Tenaga Kependidikan, Dirjen PMPTK, Depdiknas.

Ditjen PMPTK, 2010. Pembinaan dan Pengembangan Profesi Guru Buku 2: Pedoman Pelaksanaan Penilaian Kinerja Guru. Jakarta : Direktorat Jenderal PMPTK, Kemdiknas.

Ditjen PMPTK. 2008. Pedoman Penghitungan Beban Kerja Guru, Jakarta : Ditjen PMPTK, Depdiknas

Gunawan, Imam. 2011. Kepuasan Kerja. Solo : Pilar Daya Ratna.

Iskandar, Uray. 2011. Langkah Strategis Meningkatkan Kinerja. Yogyakarta : BPFE-UGM

Risnawatiririn. 2009. Konsep Kinerja Guru. Yogyakarta : UPP STIM YKPN

Sinambela, Lijan Poltak. 2012. Kinerja Pegawai : Teori Pengukuran dan Implikasi. Yogyakarta : Graha Ilmu

Tjutju dan Suwatno. 2011. Manfaat dan Tujuan Penilaian Kinerja Guru. Jakarta : Rineka Cipta

Downloads

Published

2014-11-01

Issue

Section

Articles