PATRIARKI SEBAGAI PEMICU KEKERASAN RUMAH TANGGA PERSPEKTIF GENDER
DOI:
https://doi.org/10.24235/mahkamah.v10i2.16335Keywords:
Patriarchy, Gender, KDRTAbstract
The study examines the role of patriarchate in triggering domestic violence, focusing on the gender aspect. The study USES an interdisciplinary approach to analyze how patriarchate norms strengthen gender inequality and create an environment that encourages growing violent behavior. Through literature and field work, this study reveals the impact that patriarchical institutions have on domestic relations and how the structure provides room for violence against women. It is hoped that this study will provide a deeper insight into the need for patriarchical treatment asan essential step in the prevention and treatment of gender-based domestic violence.We also discuss policy implications and intervention recommendations for building communities that are more equal and safer for all.References
Abidin, B. F., Bulqis, S. I., Valensi, A. S., Abidin, A. W., & Amalia, M. F. (2018). Ketidakadilan Kesetaraan Gender Yang Membudaya. Research Gate, December, 1–12.
Arifin, Imamul, Alicia Pranepi Yudani, and Firha Maulina Aziza. “Patriarki Sebagai Pemicu Kekerasan Pada Wanita Dalam Rumah Tangga Menurut Perspektif Al-Qur’an Dan Kemasyarakatan.†Jurnal Istighna 5, no. 1 (2022): 18–31. http://e-journal.stit-islamic-village.ac.id/index.php/istighna.
Budaya dan Agama†EGALITA, Vol. 1 (1).
Fakih, Mansour, (Fakih, 1996), Yogyakarta : Pustaka Pelajar, 1996.
Fakih, Mansour, 2003. Analisis Gender dan Transformasi Sosial. Yogyakarta: P.T. Pustaka Pelajar.
Fushshilat dan Apsari, “Sistem Sosial Patriarki sebagai Akar dari Kekerasan Seksual terhadap Perempuan,†125
Indira Ardanareswari dan Ivan Aulia Ahsan, “Julia Suryakusuma : Patriarki itu Mentalitas bukan Tergantung Jenis Kelamin†Retrieved from tirto.id : https://tirto.id/patriarki-itu-mentalitas-bukan- tergantung-jenis-kelamin-gi8z
Irma, A., & Hasanah, D. (n.d.). Menyoroti budaya patriarki di indonesia.
Khaerani, S. N. (2017). Kesetaraan dan ketidakadilan gender dalam bidang ekonomi pada masyarakat tradisional sasak di desa bayan kecamatan bayan kabupaten lombok utara. Qawwam, 11(1), 59–76
Kurnia Muhajarah, “Kekerasan Terhadap Perempuan dalam Rumah Tangga : Perspektif Sosio- budaya, Hukum, dan Agama,†Sawwa, Jurnal studi Gender,Vol 11 No. 2 (2016) : 133 , https://journal.walisongo.ac.id/index.php/sawwa/article/view/1452
Lubis, F. (2021). Seksisme dan Misogini dalam Perspektif HAM. Komnas HAM RI
Maemunah, M., & Wulandari, S. (2021). Penerapan Pendewasaan Usia Perkawinan sebagai Upaya Pencegahan Terjadinya Kekerasan Dalam Rumah Tangga. CIVICUS : Pendidikan-Penelitian-Pengabdian Pendidikan Pancasila Dan Kewarganegaraan, 9(1), 104. https://doi.org/10.31764/civicus.v9i1.5993
Mia Amalia. (2014). “Kekerasan Perempuan dalam Perspektif Hukum dan Sosiokultural†Jurnal
Modiano, J. Y. (2021). Pengaruh Budaya Patriarki dan Kaitannya Dengan Kekerasan Dalam Rumah Tangga. Jurnal Sapientia et Virtus, 6(2), 129–140.
Mufidah Ch. (2006). “Rekonstruksi Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Konteks Sosial
Wawasan Yuridika, Vol. 25 (2), hlm. 399-411
Nasruloh, M. N., & Hidayat, T. (2022). Budaya Patriarki dalam Rumah Tangga (Pemahaman Teks Al-Qur’an dan Kesetaraan Gender). YUDISIA : Jurnal Pemikiran Hukum Dan Hukum Islam, 13(1), 139. https://doi.org/10.21043/yudisia.v13i1.14325
Zainina, H. A. (2020). KESETARAAN DAN KETIDAKADILAN GENDER PADA PEDAGANG PEREMPUAN PASAR
Zuhri, S., & Amalia, D. (2022). Ketidakadilan Gender dan Budaya Patriarki di Kehidupan Masyarakat Indonesia. Murabbi : Jurnal Ilmiah Dalam Bidang Pendidikan, 5(1), 17–41. https://ejournal.stitalhikmah-tt.ac.id/index.php/murabbi/article/download/100/99.