Pergeseran Makna Tradisi Punjungan Dan Jagong Dalam Konsep Walimatul ‘Urs Pada Masyarakat Gunungkidul

Authors

  • Rizka Rahmawati Muharram UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA

DOI:

https://doi.org/10.24235/mahkamah.v10i1.20171

Keywords:

Tradition, Punjungan, Jagong, Walimatul 'Urs

Abstract

This research aims to explore the meaning of the punjungan and jagong traditions in the community of Gunungkidul, which will then be examined through the concept of walimatul ‘urs in Islam. This is an empirical study with a field research approach, meaning data collection through interviews and observations, and utilizing a qualitative, descriptive-analytic approach. The author will engage in dialogue with community leaders, religious leaders, and several people from Gunungkidul. The findings show that the punjungan and jagong traditions have become practices that are deeply embedded in the community. Several aspects highlighted in both traditions include the community's excessive behavior when organizing a walimatul ‘urs, which deviates from the guidelines set by Prophet Muhammad SAW regarding walimah. The punjungan, which was initially meant to express gratitude, is now viewed as a business opportunity to seek profit, as it is hoped that those who attend will contribute more money in the form of jagong. However, despite these issues, both traditions still have positive aspects, such as fostering a sense of mutual cooperation and compassion among the people of Gunungkidul.

References

Abdul Aziz Dahlan. Ensiklopedi Hukum Islam. Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, 1996.

Abu Hazim Mubarrak. Fathul Qarib. Kediri: Mukjizat, 2013.

Achmad Zuhibin Zuhri. Islam Moderat: Konsep Dan Aktualisasinya Dalam Dinamika Gerakan Islamdi Indonesia,. Lamongan: Academia Publication, 2022.

Afrizal. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2015.

Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Asqalani. Terjemah Bulughul Maram Kitab Hukum-Hukum Islam. Surabaya: Mutiara Ilmu, 2011.

Ali Mashudi. “Tinjauan ’Urf Terhadap Tradisi Jagong Pada Walimatul ’Ursy (Studi Kasus Di Desa Geger, Kecamatan Geger, Kabupaten Madiun).” Institut Agama Islam Neger (IAIN) Ponorogo, 2022.

Amir Syarifuddin. Ushul Fiqh 2. Jakarta: Kencana, 2011.

Amrullah Hayatudi. Ushul Fiqh: Jalan Tengah Memahami Hukum Islam. Jakarta: Amzah, 2019.

Anisah. “Pergeseran Nilai Tradisi Munjung Dalam Pernikahan (Studi Desa Nglinduk Kecamatan Gabus Kabupaten Grobogan).” Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, 2019.

Dhita Mariane Perdhani Putri Manik. “Dinamika Tradisi Nyumbang Pada Masyarakat (Studi Kasus: Desa Pematang Ganjang, Serdang Bedagai).” Jurnal Indonesia Sosial Teknologi 2, no. 4 (2021).

Erwin Kartinawati. “Tradisi Munjung Dan Relevansinya Pada Kehidupan Masyarakat Era Kini.” Kawruh: Journal of Language Education, Literature, and Local Culture 6, no. 1 (2024).

Intan Viliandis. “Walimah Menggunakan Punjungan Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Desa Siwo Bangun Dusun Meta Raman Kecamatan Seputih Ramah Kabupaten Lampung Tengah).” Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Metro Lampung, 2020.

Kandar. “Sunaryanta Menyoroti Kebiasaan ‘Punjungan,’” n.d. https://kabarhandayani.com/sunaryanta-menyoroti-kebiasaan-punjungan/.

Kyky Wulandari. “Tradisi Nyumbang Dalam Upacara Pernikahan (Studi Deskriptif Masyarakat Kalurahan Girijati, Gunungkidul, Yogyakarta).” Universitas Negeri Jakarta, 2022.

Lisna Sari Munthe. “Tradisi Nyumbang Dalam Walimatul ’Ursy (Gesekan Sosial Yang Terjadi Pada Masyarakat Di Desa Si Pare-Pare Tengah Kec. Marbau Kab. Labuhan Batu Utara).” Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, 2019.

Magnis Franz Suseno. Etika Jawa Sebuah Analisa Falsafi Tentang Kebikjasanaan Hidup Jawa. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama, 2003.

Mazida Ulfati, Siti Maryam Qurotul Aini. “Tradisi Buwuhan Saat Walimatul ’Ursy Perspektif Maslahah Mursalah.” JAS MERAH: Jurnal Hukum Dan Ahwal Al-Syakhsiyyah 3, no. 2 (2024).

Mochtar Effendi. Ensiklopedi Agama Dan Filsafat. Palembang: Universitas Sriwijaya, 2001.

Nasional, Pusat Bahasa Departemen Pendidikan. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka, 2008.

Sapiudin Shidiq. Ushul Fiqh. Jakarta: Kenacana, 2017.

Siti Khoerotul, Jarot Santoso, Sulyana Dadan. “Konflik Dalam Tradisi Nyumbang (Studi Tradisi Nyumbang Dengan Sistem Pinggelan Di Desa Plana Kecamatan Somagede Kabupaten Banyumas).” Jurnal Interaksi Sosiologi 2, no. 1 (2022).

Sri Mulyani. “Konsep Pelaksanaan Walimatul Ursy Menurut Fiqh Syafi’iyyah.” Universal Grace Journal: Scientific Multidisciplinary 1, no. 1 (2023).

Sri Wahyuningsih. “Tradisi Punjungan Walimatul ’Urs Perspektif Hukum Islam (Studi Kasus Di Desa Sirau Kecamatan Kemranjen).” Jurnal Al Wasith: Jurnal Studi Hukum Islam 6, no. 1 (2021).

Tihami dan Sohari. Fikih Munakahat. Serang: Rajawali Pers, 2008.

Zamakhsyari Bin Hasballah Thaib. Risalah Ushul Fiqh (Buku Ajar). Medan: Pusdikra Mitra Jaya, 2021.

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles