Implementasi Konseling Eksistensial-Humanistik untuk Meningkatkan Self-Esteem pada Siswa Terisolir di Cirebon

Authors

  • Muzaki Muzaki IAIN Syekh Nurjati Cirebon
  • Siti Dila Nuraldina IAIN Syekh Nurjati Cirebon

DOI:

https://doi.org/10.24235/prophetic.v3i2.7595

Keywords:

Konseling Eksistensial-Humanistik, Self-Esteem, Siswa.

Abstract

Siswa terisolir adalah suatu sikap individu yang tidak dapat menyerap dan menerima norma-norma ke dalam kepribadiannya dan juga tidak mampu untuk berperilaku yang pantas atau menyesuaikan diri menurut tuntutan lingkungan yang ada. Sehubungan itu karakteristik low self-esteem yaitu, ketidaksadaran diri, kurang percaya diri, takut mengambil resiko, mudah putus asa, pesimis, merasa kesepian dan terasingkan. Maka dibutuhkan peningkatan harga diri dengan memberdayakan, memberikan energi dan memotivasi, karena hal ini bisa terjadi kepada siapapun, termasuk kepada siswa terisolir. Dengan pendekatan yang terpusat pada manusia yaitu konseling eksistensial-humanistik tentunya diharapkan mampu mengatasi masalah yang dihadapi oleh siswa terisolir yang sering ada di sekolah-sekolah. Dalam penelitian ini, terdapat pembahasan metode konseling eksistensial-humanistik untuk meningkatkan self-essteem pada siswa terisolir yakni metode untuk meningkatan self-esteem pada siswa terisolir: dengan pemberian dukungan sosial (social support), intervensi cognitive-behavior, pemantapan fisik, strategi lainnya (konseling pendekatan eksistensial-humanistik). Implementasi konseling pendekatan eksitensial-humanistik: kesadaran diri, kecemasan, tanggung jawab dan penciptaan makna.

Author Biographies

  • Muzaki Muzaki, IAIN Syekh Nurjati Cirebon
    Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah
  • Siti Dila Nuraldina, IAIN Syekh Nurjati Cirebon
    Program Studi Bimbingan Konseling Islam, Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah

References

Ali, M. (2015). Psikologi Remaja. Jakarta: PT. Bumi Aksara.

Anwar, M. F. (2015). Landasan Bimbingan dan Konseling Islam. Yogyakarta: Deepublish.

Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta. Bagus,

Bungin, B. (2007). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Rineka Cipta.

Clemes, H., Reynold B., & Clark. (2012). Bagaimana Kita Meningkatkan Harga Diri Remaja. Terjemahan oleh Dra. Med. Meitasari Tjandrasa. Tangerang Selatan: Binarupa Aksara Publisher.

Corey, G. (2013). Teori dan Peraktek Konseling & Psikoterapi. Bandung: Refika Aditama.

Dariyo, A. (2006). Psikologi Perkembangan Anak Tiga Tahun Pertama. Bandung: Refika Aditama.

Desmita. (2010). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Erman A. & Prayitno. (1999). Dasar-Dasar Bimbingan dan Konseling. Jakarta: PT. Rineka Cipta.

Gunarsa, S. dan Yulia. (1985). Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Hurlock, E. B. (1978). Perkembangan Anak Jilid 1. Jakarta: Erlangga.

Juntika N. A. (2014). Bimbingan & Konseling dalam Berbagai Latar Kehidupan. Bandung: Refika Aditama.

Latipun. (2003). Psikologi Konseling. Malang: UMM Press.

Masleham. (1996). Teknik Konseling Individual. Jombang : Cv saudara.

Moleong, L. J. (2013). Metodologi Penelitian Kualitatif, Cetakan ke-21. Jakarta: Rineka Citra.

Mulyana, D. (2013). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Santrock, J. W. (2010). Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R dan D, Cet. 10. Bandung: Alfabeta.

Usman, N. (2002). Konteks Implementasi Berbasis Kurikulum. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.

Wikan, P. L. (2012). Meningkatkan self-esteem Melalui Metode Self-Intruction. Psi UI.

Willis, S. (2014). Konseling Individual Teori dan Praktek. Bandung: Alfabeta.

Downloads

Issue

Section

Articles