MULTIKULTURALISME DALAM IPS: PENGENALAN RELASI SOSIAL ETNIS TIONGHOA DALAM INTEGRASI BANGSA (Studi Kritis kajian Relasi Gender antar Etnis di Indonesia)
DOI:
https://doi.org/10.24235/edueksos.v3i1.323Abstract
Abstrak
Â
Pendidikan multikultural sudah selayaknya diajarkan di kelas awal IPS. Salah satu keragaman itu adalah pengenalan relasi etnisitas dan gender pada siswa. Sangat jarang guru IPS mengajak siswa menganalisa bahwa sejak dahulu kaum perempuan selalu didiskriminasikan. Kebanyakan dari peradaban besar dunia di zaman kuno menganggap perempuan lebih rendah dari pada kaum pria. Kaum perempuan selalu dianggap lemah dan tidak berharga. Untungnya tidak semua perabadan menganggap bahwa kaum hawa tidak berharga. Sebelum kedatangan bangsa Arya, perempuan di India sangat dihormati. Namun seiring dengan kedatangan bangsa Arya ke India, lama-kelamaan posisi perempuan semakin direndahkan. Begitu pula yang terjadi di Tiongkok (China).  Dalam budaya asli Tionghoa kedudukan laki-laki dan wanita merupakan personifikasi dari unsur “Yang†dan “Yinâ€, yaitu unsur-u yang bersifat aktif dan unsure-unsur yang bersifat pasif. Dalam hal ini “Yang†(aktif) dipersepsikan laki-laki dan “Yin†(pasif) dipersepsikan wanita. Personifikasi tersebut kemudian dibingkai dalam strukturt social dengan system kekerabatan patrilineal dimana keluarga sebagai lembaga dipimpin laki-laki, sehingga laki-laki lebih memiliki kekuasaan daripada wanita. Demikian juga dalam pemenuhan kebutuhan keluarga atau rumahtangga, kewajiban utama laki-laki dan wanita sifatnya hanya membantu. Dampaknya adalah laki-laki cenderung terlibat dalam sektor perekonomian modern skala luas, sedangkan wanita cenderung berada dalam sektor domestic atau kalaupun sektor perekonomian dalam skala kecil dan lingkungan tempat tinggal.
Â
Kata Kunci: Relasi, Etnisitas, Kesetaraan
References
Daftar Pustaka
Azra, Azyumardi. “Pendidikan Multikultural: Membangun Kembali Indonesia Bhineka Tunggal Ikaâ€. (03 September, 2003).
Burhanuddin, dkk. 1988. Stereotip Etnik, Asimilasi, Integrasi Sosial. Jakarta: Pustaka Grafika Kita.
Choirul, Mahfud. 2006. Pendidikan Multikultural. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Fay, Brian. 1996. Contemporary Philosophy of Social Sience: A Multicultural Approach. Oxrofd: Backwell.
Freire, Paulo. 2000. Pendidikan Pembebasan. Jakarta: LP3S.
H.A.R Tilaar. Pendidikan dan Kekuasaan. (Magelang, 2003)
Habib, Achmad. 2004. Konflik Antaretnik di Pedesaan: Pasang Surut Hubungan Cina-Jawa. Yogyakarta: LKis Yogyakarta.
Hernandez, Hilda. 2002. Multicultural Education: A Teacher Guide to Linking Context, Process, and Content. New Jersey & Ohio: Prentice Hall.
Khumaidah, Umi. 2004. Pendidikan Islam dan Tantangan Globalisasi: Pendidikan Multikulural, Menuju Pendidikan Islami yang Humanis. Yogyakarta: Presma Fakultas Tarbiyah UIN Sunan Kalijaga Periode 2003-2004 Dan Ar-Ruzz Media.
Koentjaraningrat. 1964. Pengantar Antropologi. Jakarta: Universitas.
Maslikhah. 2007. Quo Vadis Pendidikan Multikultur. Salatiga: Kerja sama STAIN Salatiga Press Dengan Jp Books.
Nanih, Mahendrawati dan Ahmad Syafe’i. 2001. Pengembangan Masyarakat Islam: dari Ideologi, Strategi sampai Tradisi. Bandung: Remaja Rosda karya.
Parsudi Suparlan. Tersedia pada
http://www.interseksi.org/publications/essays/articles /masyarakat_majemuk.html. Diakses tanggal 16 Februari 2009.
Riswanti, Yulia. Urgensi Pendidikan Islam dalam Membangun Multikulturalisme. Jurnal Kependidikan Islam, Vol.3, No.2, Juli-Desember 2008.
Suryadinata Leo. 1999. Etnis Tionghoa dan Pembangunan Bangsa. Jakarta: Pustaka LP3ES.
Suryadinata, Leo. 2002. Negara dan Etnis Tionghoa. Jakarta: Pustaka LP3ESSS Indonesia.
Tan Melly G. 1981. Golongan Etnis Tionghoa di Indonesia: Suatu Masalah Pembinaan Kesatuan Bangsa. Jakarta: Gramedia.
W.f. Wertheim. 1999. Masyarakat Indonesia Dalam Transisi: Kajian Perubahan Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana.
Yaqin, M. Ainul. Pendidikan Multikultural: Cross-Cultural Understan untuk Demokrasi dan Keadilan. (Yogyakarta, 2005)
Yusri, Muhammad F.M. Prinsip Pendidikan Multikulturalisme dalam Ajaran Agama-Agama di Indonesia. Jurnal Kependidikan Islam, Vol. 3, No.2, Juli-Desember 2008.
Zuhairi, Misrawi. Al-Qur’an Kitab Toleransi: Inklusivisme, Pluralisme, dan Multikulturalisme. (Jakarta, 2007)
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Edueksos : Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
By submitting the manuscript, the author(s) agree to the following terms:
- The copyright of published articles will be assigned to Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi as the publisher of the journal under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. The intended copyright includes the right to publish articles in various forms (including reprints). Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi maintains the publishing rights to the published articles.
- Authors are permitted to disseminate the published articles by sharing the link/DOI of the article at Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi. authors are allowed to use their articles for any legal purposes deemed necessary without written permission from Edueksos: Jurnal Pendidikan Sosial dan Ekonomi with an acknowledgment of initial publication to this journal.