Implementasi Model Pembelajaran Rekreasi-Prokreasi dalam Membaca Kritis Teks Eksplanasi di SMK
DOI:
https://doi.org/10.24235/ileal.v5i1.5032Keywords:
critical reading, critical explanatory, implementation, Ponorogo, rekreasi - prokreasiAbstract
This study aims to describe and explain (1) the conditions of critical reading learning in SMK Negeri 1 Ponorogo students, (2) the implementation of recreation-procreative learning models in learning to read critical explanatory texts, and (3) the constraints faced by teachers and students. This descriptive qualitative research uses data sources in the form of informants, events, and documents. The selected informants were Indonesian Language teachers and class XI students. Data were collected in-depth interview techniques, observation techniques, and documentation studies. Validity through extending the participation of researchers, making observations diligently and carefully, and triangulating data sources. Data analysis was performed using an interactive analysis model. The results showed that: (1) critical reading learning has not been implemented well due to the low student interest in reading, and the inaccuracy of teachers in choosing learning methods, materials, and media, (2) learning to read critical explanatory texts with recreational-procreation models can create an atmosphere new learning that is fun for students, encourages the growth and development of critical thinking skills, encourages students to express their opinions critically, and improves other language skills, (3) the obstacles faced by teachers and students, namely the lack of tools and learning media, students are less active, the teacher has not been able to become a facilitator of critical reading learning well, as well as the limited language skills of students.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan (1) kondisi pembelajaran membaca kritis pada siswa SMK Negeri 1 Ponorogo, (2) implementasi model pembelajaran rekreasi-prokreasi dalam pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi, dan (3) kendala-kendala yang dihadapi oleh guru dan siswa. Penelitian dengan metode deskriptif kualitatif ini menggunakan sumber data, berupa: informan, peristiwa, dan dokumen. Informan yang dipilih yaitu guru Bahasa Indonesia dan siswa kelas XI. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam, teknik observasi, dan studi dokumentasi. Validitas melalui memperpanjang keikutsertaan peneliti, mengadakan pengamatan dengan tekun dan saksama, dan melakukan triangulasi sumber data. Analisis data dilakukan dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pembelajaran membaca kritis belum terlaksana dengan baik karena rendahnya minat baca siswa, dan kekurangtepatan guru dalam memilih metode, materi, dan media pembelajaran, (2) pembelajaran membaca kritis teks eksplanasi dengan model rekreasi-prokreasi mampu menciptakan suasana pembelajaran baru yang menyenangkan bagi siswa, mendorong tumbuh kembang kemampuan berpikir kritis, mendorong siswa berani mengemukakan pendapat secara kritis, dan meningkatkan kemampuan berbahasa lainnya, (3) kendala-kendala yang dihadapi guru dan siswa, yaitu kurang tersedianya alat dan media pembelajaran, siswa kurang aktif, guru belum mampu menjadi fasilitator pembelajaran membaca kritis secara baik, serta terbatasnya kemampuan berbahasa siswa.
References
Cahyono, B.E.H. (2017). Model Pembelajaran Cerita Pendek Berbasis Pengembangan Kreativitas. Surakarta: Djiwa Amarta.
Dalman. (2014). Keterampilan Membaca. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Faisal, S. (2003).â€Pengumpulan dan Analisis Data dalam Penelitian Kualitatifâ€. dalam Burhan Bungin (ed). Analisis Data Penelitian Kualitatif. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Hayati, N., Atmazaki, & Abdurrahman. (2015). Hubungan Keterampilan Membaca Kritis dengan Keterampilan Menulis Artikel Populer Berdasarkan Gaya Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 5 Padang. Jurnal Bahasa, Sastra dan Pembelajaran, 2(1), 38 - 48.
Hudaa, S. (2018). Efektivitas Pembelajaran Bahasa Indonesia Menggunakan Pendekatan Student Active Learning di Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. BAHASTRA, 38(1). DOI: doi.org/10.26555/bahastra.
Jamaris, M. (2005). Perkembangan dan Perkembangan Anak Usia Taman Kanak-kanak. Jakarta: Program Studi PAUD PPS UNJ.
Livne, N.L. (2008). Enhanching Mathematical Creativity through Multiple Solution to Open-Ended Problems Online. http://www.iste.org/ Content./ NavigationMenu/ Research/NECC_Research_Paper_Archives/ NECC2008/ Livne.pdf. Diunduh tanggal 14 November 2017.
McGregor, D. (2007). Developing Thinking Developing Learning. Poland: Open University Press.
Miles, M.B. & Huberman, A. M. (1992). Analisis Data Kualitatif (terj. Tjetjep Rohendi Rohidi). Jakarta: Universitas Indonesia.
Muhyidin, A. (2018). “Minat Baca dan Penguasaan Kosakata Serapan Asing.†Indonesian Language Education and Literature. 3(2). 143—156. doi 10.24235/ileal.v3i2.1835.
Suharman. (1998). “Pengaruh Pelatihan Imajeri dan Penalaran terhadap Kreativitas menurut Prespektif Perbedaan Individuâ€. Disertasi.Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Sutopo, H.B. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif. Surakarta: Sebelas Maret University Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Indonesian Language Education and Literature

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- The journal retains the copyright of the work and publishes it under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY), which permits others to share, adapt, and use the work with proper acknowledgment of the authorship and initial publication in this journal.Â
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work.