Pola dan Implikasi Sikap Partisan terhadap Estetika Trilogi Novel “Kemi†Karya Adian Husaini (Patterns and Implications of Partisan Attitudes to the Aesthetics of Adian Husaini's “Kemi†Novel Trilogy)
DOI:
https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.7759Keywords:
literary criticism, novel, patterns of partialityAbstract
This study aims to understand the partiality of Kemi trilogy by Adian Husaini and its impact on the aesthetic of the novel. This is a quantitative study using a methodology of aesthetics established by Dewit H. Parker. The result shows two patterns of partiality. First, the author ignores the "show don't tell method" in the novel. Second, the author tends to use flat characterization. Thus, it affects the balance of the novel that is determined by the contradictory pattern. The result of this study can be used as teaching material on Literary Criticism subject.
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pola partisan yang muncul dalam trilogi novel Kemi karya Adian Husaini dan melihat implikasinya terhadap estetika novel. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teori estetika yang digagas oleh Dewitt H. Parker. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap partisan dalam novel terlihat dari dua pola yaitu kecenderungan menjelaskan alih-alih menunjukkan dan penokohan dan pelataran yang datar. Implikasi sikap partisan ini adalah keseimbangan di dalam novel cenderung dibangun oleh model pertentangan. Hasil penelitian ini bisa digunakan sebagai materi dalam mata kuliah Kritik Sastra.
References
Agustina, E. (2019). Soekarno, Nasakom, dan Buku di Bawah Bendera Revolusi sebagai Materi Ajar Pelajaran Sejarah SMA. HISTORIA: Jurnal Pendidik dan Peneliti Sejarah, 3, 1–10. https://doi.org/10.17509/historia.v3i1.20908
Andari, N., & Bahalwan, K. I. (2016). Estetika, Retorika, dan Ideologi Pengarang dalam Novel Nijuushi No Hitomi (Dua Belas Pasang Mata) Karya Sakai Tsuboi (Kajian Stilistika). Parafrase, 16(2), 63–71. https://doi.org/10.30996/parafrase.v16i02
Arifin, M. Z. (2018). Ideologi (dan) Estetika Seno Gumira Ajidarma: Saksi Mata dalam Ruang Perjumpaan Ideologis. Al-Tsaqafa: Jurnal Ilmiah Peradaban Islam, 15(2), 227–242. https://doi.org/10.15575/al-tsaqafa.v15i2.3830
Erowati, R. (2018). Distribution of The Sensible Jacques Ranciere. Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 3(3), 109–117. https://doi.org/https://doi.org/10.32938/jbi.v3i3
Falah, F. (2017). Ideologi dan Kelas Sosial Pengarang dalam Novel Matinya Sang Penguasa Karya Nawal el Sadawi: Kajian Sastra Marxis. NUSA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 12(2), 100–107. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/nusa.12.2.100-107
Farah, N. (2019). Analisis Hermeunitika Dilthey Terhadap Puisi Doa Karya Amir Hamzah. Jurnal Yaqzhan: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan, 5(1), 1–15. https://doi.org/https://doi.org/10.24235/jy.v5i1.4512
Farid, M. R. A. (2019). Kekerasan terhadap Perempuan dalam Ketimpangan Relasi Kuasa: Studi Kasus di Rifka Annisa Women’s Crisis Center. SAWWA: Jurnal Studi Gender, 14(2), 175–190. https://doi.org/10.21580/sa.v14i2.4062
Fatimah, E. R. (2014). Nasionalisme dalam Cerpen “Mardjiker†Karya Damhuri Muhammad: Kajian Poskolonialisme. Poetika, 2(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.22146/poetika.v2i2.10442
Gumilang, G. S. (2016). Metode Penelitian Kualitatif dalam Bidang Bimbingan dan Konseling. Jurnal Fokus Konseling, 2(2), 144–159. https://doi.org/https://doi.org/10.52657/jfk.v2i2.218
Hamid, M. N. S., & Munir, S. M. B. (2021). Flowers in Classical Malay Literature: A Study of Aesthetics. Diakses tanggal 12 Desember 2021 dari https://doi.org/https://doi.org/10.37052/ml34(1)no1.
Hidayati, N. (2019). Teori Feminisme: Sejarah, Perkembangan dan Relevansinya dengan Kajian Keislaman Kontemporer. Jurnal Harkat: Media Komunikasi Gender, 14(1), 21–29. https://doi.org/https://doi.org/10.15408/harkat.v14i1.10403
Husaini, A. (2010). Kemi 1: Cinta Kebebasan yang Tersesat. Gema Insani.
Husaini, A. (2012). Kemi 2: Menyelusuri Jejak Konspirasi. Gema Insani.
Husaini, A. (2015). Kemi 3: Tumbal Liberalisme. Gema Insani.
Husaini, A. (2021). Profil Dr. Adian Husaini. Diakses tanggal 12 November 2021 dari https://www.adianhusaini.id/pages/profil-dr-adian-husaini.
Idris, M. (2014). Potret Pemikiran Radikal Jaringan Islam Liberal (JIL) Indonesia. Kalam, 8(2), 367–388. https://doi.org/10.24042/klm.v8i2.227
Kartika, D. S., & Perwira, N. G. (2004). Pengantar Estetika. Rekayasa Sains.
Kusumayanti, D. D. (2018). “Aku Terbakar Amarah Sendirianâ€: Pena Pramudya di Bawah Rezim Suharto. SEMIOTIKA: Jurnal Ilmu Sastra dan Linguistik, 19(1), 25–33. https://doi.org/https://doi.org/10.19184/semiotika.v19i1.7637
Mulyaningsih, I. (2021). Representasi Tanggung Jawab Seorang Laki-Laki pada Film Berseri Berjudul “Oh! My Sweet Liar!â€. Kelasa, 16(1), 104-122. https://doi.org/10.26499/kelasa.v16i1.166
Pamungkas, E. B., & Mandarani, V. (2021). Kemanusiaan dan Kearifan Sejarah dalam Pemikiran Pramoedya Ananta Toer (Kajian Historiografi). KAMBOTI: Jurnal Sosial dan Humaniora, 1(2), 166–172. https://doi.org/https://doi.org/10.51135/kambotivol1iss2pp166-172
Parker, D. H. (1946). The Principles of Aesthetics. FS Crofts & Company.
Parlindungan, U. (2014). Mitos genjer-genjer: Politik makna dalam lagu. Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 17(3), 236–253. https://doi.org/https://doi.org/10.22146/jsp.13083
Pertiwi, A. W. E., Madinah, F. Z., & Wulandari, R. (2018). Estetika Antologi Puisi-Puisi Pujangga Baru. Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, 2(1), 9–19. https://doi.org/https://doi.org/10.24114/gondang.v2i1.9762
Putri, S., Yuliati, D., & Puguh, D. R. (2021). The Policies of Balai Pustaka as the Dutch Colonial Government’s Publishing Agency in 1917-1942. Indonesian Historical Studies, 5(1), 9–22. https://doi.org/https://doi.org/10.14710/ihis.v5i1.10451
Rafiqa, S. (2021). Penokohan Dalam Cerita Rakyat (Perspektif Linguistik Sistemik Fungsional). Syiah Kuala University Press. Diakses tanggal 10 Oktober 2021 dari https://books.google.co.id/books?id=L3csEAAAQBAJ.
Rahayu, L. M. (2020). Identitas KeIndonesiaan dalam Drama Nyanyi Sunyi Revolusi Karya Amir Hamzah. Diksi, 28(2), 114–124. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/diksi.v28i2.33104
Rahmi, N. (2019). Realisasi Kesahihan Estetika Dalam Karya Sastra Arab. Al-Fathin: Jurnal Bahasa dan Sastra Arab, 2(02), 135–150. https://doi.org/https://doi.org/10.32332/al-fathin.v2i02.1781
Salam, A. (2019). Literasi Politik dan Sastra Partisan. In M. Ekawati, Farikah, & I. Baihaqi (Eds.), Fenomena Bahasa dan Sastra Partisan Sebagai Media Literasi Politik (pp. 13–21). Anom Pustaka.
Setyobudi, I. (2017). Budaya perlawanan di ranah seni Indonesia: Produksi-diri masyarakat, habitus, komodifikasi. Habitus: Jurnal Pendidikan, Sosiologi, & Antropologi, 1(1), 102–116. https://doi.org/https://dx.doi.org/10.20961/habitus.v1i1.18862
Siregar, N. S., & Liliani, E. (2019). Hegemoni Cerpen Wajah Itu Membayang di Piring Bubur Karya Indra Tranggono: Analisis Wacana Kritis. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 16(1), 77–92. https://doi.org/https://doi.org/10.30957/lingua.v16i1.576
Sugiarti, S. (2016). Estetika dalam Novel Jatisaba Karya Ramayda Akmal. LITERA: Jurnal Penelitian Bahasa, Sastra dan Pengajarannya, 15(1), 100–110. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/ltr.v15i1.9769
Sukarto, K. A. (2021). Bahasa dan Kebudayaan dalam Percikan dan Pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana. Pujangga, 7(2), 200–216. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.47313/pujangga.v7i2
Suroso, S. (2014). Multiculturalism in Indonesian Novels as a Culture-Uniting Device. Mediterranean Journal of Social Sciences, 5(22), 130-135. https://doi.org/10.5901/mjss.2014.v5n22p130
Susanti, N., Supriatna, N., & Sumantri, Y. K. (2019). Lekra Vs Manikebu: Perlawanan Majalah Sastra terhadap Politik Kebudayaan Pemerintah Masa Demokrasi Terpimpin (1961-1964). FACTUM: Jurnal Sejarah Dan Pendidikan Sejarah, 8(1), 97–112. https://doi.org/https://doi.org/10.17509/factum.v8i1.20121
Susanto, D. (2016). Identitas Keindonesiaan dalam Drama Indonesia di Era Pujangga Baru (1930—1942). ATAVISME, 19(1), 60–74. https://doi.org/10.24257/atavisme.v19i1.174.60-74
Syafe’i, I. (2015). Subordinasi Perempuan dan Implikasinya terhadap Rumah Tangga. Analisis: Jurnal Studi Keislaman, 15(1), 143–166. https://doi.org/https://doi.org/10.24042/ajsk.v15i1.716
Widariyanti, C. (2022). Eksistensi Lekra dalam Pusaran Manifesto Kebudayaan Demokrasi Terpimpin. ISTORIA: Jurnal Pendidikan Dan Sejarah, 18(1), 1–7. https://doi.org/https://doi.org/10.21831/istoria.v16i1.31408
Wildan, W. (2017). Nasionalisme: Kajian Novel A. Hasjmy. Masyarakat Indonesia, 36(1), 173–196. https://doi.org/https://doi.org/10.14203/jmi.v36i1.614
Woolgar, M. (2020). A ‘cultural Cold War’? Lekra, the left and the arts in West Java, Indonesia, 1951–65. Indonesia and the Malay World, 48(140), 97–115. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/13639811.2019.1682316
Yasa, I. N. (2013). Orientalisme, Perbudakan, dan Resistensi Pribumi terhadap Kolonial dalam Novel-novel Terbitan Balai Pustaka. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 2(2). https://doi.org/http://dx.doi.org/10.23887/jish-undiksha.v2i2.2179c
Yasin, D. M. (2016). Kajian Stilistika dalam Teks Al=Mutawassimin Sebagai Bahan Pembelajaran Mata Kuliah Wajib Stilistika. LINGUA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 13(2), 195–206. https://doi.org/https://doi.org/10.30957/lingua.v13i2.175
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Indonesian Language Education and Literature

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- The journal retains the copyright of the work and publishes it under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY), which permits others to share, adapt, and use the work with proper acknowledgment of the authorship and initial publication in this journal.Â
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work.