Representasi Kekuasaan dan Solidaritas Pada Tuturan Informal Masyarakat Multietnis (Representation of Power and Solidarity in Informal Speech of Multiethnic Society)
DOI:
https://doi.org/10.24235/ileal.v7i2.7949Keywords:
informal speech, multiethnic society, representationAbstract
The purpose of this study is research aims to reveal how the representation of superiority and solidarity in conversations occurs. The data of this research is collected through two methods which are, the listening and speaking methods. The listening data uses a basic technique, which is the tapping technique. The advanced technique of the listening method in this research is the “free to listen bound to speakâ€, partnering and recording technique. Next is the speaking method. It uses face-to-face speaking techniques, recording techniques, and writing techniques. To analyze the data of this research, an equivalent method is used, with another language as the determining instrument. The result of the analysis of the representation of superiority and solidarity in informal conversations of multilingual communities in STKIP Singkawang, West Kalimantan is as follows. The representation of superiority is divided into four parts: greeting words, imperative words, conversational domination, and conversational code usage. Whereas the representation of solidarity shows the usage of greeting words, imperative words, and conversational code usage.Â
Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana representasi unsur kekuasaan dan solidaritas dalam wacana percakapan. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui dua metode, yaitu metode simak dan metode cakap. Metode simak menggunakan teknik dasar, yaitu teknik sadap. Teknik lanjutan dari metode simak dalam penelitian ini adalah simak bebas libat cakap, teknik rekam dan teknik catat. Selanjutnya, untuk metode cakap menggunakan teknik dasar, yaitu teknik pancing. Teknik lanjutan dari metode cakap, yaitu teknik cakap semuka, teknik rekam dan teknik catat. Untuk menganalisis data dalam penelitian ini menggunakan metode padan dengan alat penentu adalah bahasa lain. Hasil analisis mengenai representasi kekuasaan dan solidaritas pada tuturan informal masyarakat multilingual di STKIP Singkawang Kalimantan Barat adalah sebagai berikut. Representasi kekuasaan terbagi menjadi empat bagian, yaitu penggunaan kata sapaan, penggunaan kata perintah, dominasi percakapan, dan penggunaan kode tutur. Sementara representasi solidaritas ditunjukkan dengan penggunaan kata sapaan, penggunaan kata perintah, dan penggunaan kode tutur.
References
Abdurrahman. (2008). Sosiolinguistik: Teori, Peran, dan Fungsinya Terhadap Kajian Bahasa Sastra. LINGUA: Jurnal Ilmu Bahasa dan Sastra, 3(1), 18–37. https://doi.org/10.18860/ling.v3i1.571
Amir, J. (2013). Representasi Kekuasaan dalam Tuturan Elit Politik Pascareformasi: Pilihan Kata dan Bentuk Gramatikal. Jurnal Linguistik Indonesia, 31(1), 43–64. https://doi.org/10.26499/li.v31i1.3
Arimi, S. (2017). Kekuasaan dan Praktik Bahasa Kekuasaan. Materi Ajar Kuliah Variasi.Bahasa Pascasarjana Ilmu Linguistik UGM. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.
Brown, R., & Gilman, A. (1960). “The Pronoun of Power and Solidarityâ€, in Sebeok, T.A. (Ed.), Style in Language. Cambridge: MIT Press.
Eliya, I. & Zulaeha, I. (2017). Model Komunikasi Politik Ridwan Kamil di Media Sosial Instagram: Kajian Sosiolinguistik. Dialektika, 4(2), 205–223. https://doi.org/10.15408/dialektika.v4i2.5540
Fairclough, N. (1989). Language And Power. Boyan Publishing.
Fauziyah, A., Itaristanti, I., & Mulyaningsih, I. (2019). Fenomena Alih Kode dan Campur Kode dalam Angkutan Umum (Elf) Jurusan Sindang Terminal Harjamukti Cirebon. SeBaSa, 2(2), 79–90. https://doi.org/10.29408/sbs.v2i2.1334
Fasold, R. (1990). The Sociolinguistics of Language. Oxford: Blackwell.
Hargiyanti, S., & Khoirunnisa, E. M. (2016). Analisis Akomodasi Bahasa Sunda oleh Pedagang Suku Jawa di Pasar Geger Kalong Tengah, Bandung. Jurnal Sasindo UNPAM, 4(1), 1–23. http://dx.doi.org/10.32493/sasindo.v4i1.%25p
Hasibuan, E. J., & Muda, I. (2017). Komunikasi Antar Budaya pada Etnis Gayo dengan Etnis Jawa. Jurnal Simbolika: Research and Learning in Communication Study, 3(2), 106–113. https://doi.org/10.31289/simbollika.v3i2.1456
Holmes, J. (2001). An Introduction to Sociolinguistics. Harlow: Longman.
Jufri. (2008). Analisis Wacana Kritis. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Juniati, S. (2017). Penggunaan Kata Sapaan dalam Ranah Kesantunan Berbahasa pada Masyarakat Jawa Desa Langkang Lama Kecamatanpulau Laut Timur Kabupaten Kotabaru. Cendekia: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 5(2), 1–11.
Karenisa, K. (2019). Keegaliteran Sapaan Anda pada Ranah Akademik. Linguistik Indonesia, 37(2), 119–130. https://doi.org/10.26499/li.v37i2.103
Khasanah, I., Lestari, T. P., & Ayu, J. I. (2014). Refleksi Penggunaan Tu – Vous dari Sudut Pandang Anak dalam Film “Le Petit Nicolas.†Jurnal Lingkar Widyaiswara, 1(3), 29–39.
Kridalaksana, H. (2005). Bahasa dan Linguistik. Depok: FIB UI.
Matras, Y. (2009). Language Contact. Cambridge: Cambridge University Press. In Language. MIT Press.
Muslim, F. (2019). Variasi Bahasa Jargon Dakwah Komunitas Mahasiswa UKMI (Unit Kegiatan Mahasiswa Islam) Nurul Ilmi. Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 62–69. https://doi.org/10.22236/imajeri.v1i2.5068
Nurpadillah, V. (2019). Tindak Tutur Direktif Mahasiswa Milenial dan Dosen dalam Grup Whatsapp. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(2), 157–163. http://dx.doi.org/10.29300/disastra.v1i2.1899
Nurrahman, R. & Kartini, R. (2021). Variasi Bahasa dalam Percakapan Antartokoh Film Ajari Aku Islam. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra, 14(2), 175–186. http://dx.doi.org/10.30651/st.v14i2.8505
Nusantari, A. P., & Rokhman, F. (2016). Kode Tutur Verbal Penutur Asing dalam Ranah Sosial Masyarakat Dwibahasawan. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 62–70. https://doi.org/10.15294/seloka.v5i1.12752
Pace, W. R., & Faules, D. F. (2006). Komunikasi Organisasi. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.
Padmadewi, N. N. (2006). Analisis Percakapan dalam Bahasa Bali: Suatu Kajian Bahasa dan Gender. Jurnal Linguistik Indonesia, 24(2), 221–232.
Putri, N. I., & Zulaeha, I. (2020). Tindak Tutur Direktif Humanis Langsung dalam Film "Anak Negeri Kisah Masa Kecil Ganjar Pranowo" Journal Indonesian Language Education and Literature (ILEaL), 6(1), 58-68. http://dx.doi.org/10.24235/ileal.v6i1.4942
Rahima, A., & Novita, I. (2016). Kata Sapaan Non-Kekerabatan Masyarakat Bugis Bone di Desa Sungai Raya Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Kajian Sosiopragmatik). Aksara: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 4(1), 1–23. http://dx.doi.org/10.33087/aksara.v5i1.225
Rahmi, F. U. H. (2018). Kekuasaan, Kesantunan, dan Solidaritas dalam Unggah-Ungguh di Kalangan Santri oleh Ikantan Alumni Futuhiyyah Mranggen Demak. Thaqafiyyat: Jurnal Bahasa, Peradaban dan Informasi Islam, 19(2), 112–130.
Ramadhanti, P. F., & Mujianto, G. (2021). Variasi Sosiolek terhadap Hubungan Kekuasaan-Keakraban pada Masyarakat Kelas Atas dalam Program Gelar Wicara Televisi Indonesia. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 6(1), 53–64. http://dx.doi.org/10.30870/jmbsi.v6i1.10239
Renhoran, F. Z. (2018). Interferensi Gramatikal pada Peristiwa Tutur Berbahasa Indonesia Mahasiswa Kepulauan Kei Bagian Timur Indonesia di Surabaya. BAPALA, 5(2), 1–12.
Stamou, A. G. (2018). Synthesizing Critical Discourse Analysis with Language Ideologies: The Example of Fictional Discourse. Discourse, Context & Media, 23, 80–89. http://dx.doi.org/10.1016/j.dcm.2017.04.005
Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suharyo. (2009). Kekuasaan Sosial dalam Bahasa (Studi Kasus pada Komunikasi Verbal dalam KBM di SMP 32 Semarang). Laporan Hasil Penelitian. Semarang: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro.
Suliyati, T. (2021). Tradisi Ngenger : Bentuk Solidaritas Sosial dalam Budaya Jawa. Anuva: Jurnal Kajian Budaya, Perpustakaan, dan Informasi, 5(4), 603–614. https://doi.org/10.14710/anuva.5.4.603-614
Sutopo, H. B. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif: Dasar Teori dan Terapannya dalam Penelitian. Surakarta: UNS Press.
Tannen, D. (1994) Gender and Discourse. Oxford: Oxford University Press.
Tarmini, W. (2016). Representasi Kekuasaan pada Tindak Tutur Dosen di Lingkungan FKIP Universitas Lampung: Sebuah Kajian Pragmatik. Prosiding Konferensi Internasional IKADBUDIVI, Bandar Lampung.
Taylor, L. A., Vlach, S. K., & Mosley Wetzel, M. (2018). Observing, Resisting, and Problem Posing Language and Power: Possibilities for Small Stories in Inservice Teacher Education. Linguistics and Education, 46, 23–32. DOI: https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.linged.2018.05.006
Wardhaugh, R. (2010). An Introduction to Sociolinguistics. United Kingdom: Blackwell Publishing.
Waridah. (2015). Penggunaan Bahasa dan Variasi Bahasa dalam Berbahasa dan Berbudaya. Jurnal Simbolika, 1(1), 84–92. https://doi.org/10.31289/simbollika.v1i1.53
Widyawari, C. P. gading M., & Zulaeha, I. (2016). Representasi Ideologi dalam Tuturan Santun Para Pejabat Negara pada Talk Show Mata Najwa. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 1–11. https://doi.org/10.15294/seloka.v5i1.12737
Yulistio, D. (2016). Variasi (Ragam) Sapaan dalam Pemakaian Bahasa (Kajian Sosiolinguistik dalam Bahasa Melayu Bengkulu). Wacana, 14(1), 79–91. https://doi.org/10.33369/jwacana.v14i1.870
Zulaeha, I. (2002). Stratifikasi Sosial Pemakaian Bahasa Jawa di daerah Perbatasan Dialek: Kajian Sosiodialektologi. Semarang: FBS-UNNES.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Indonesian Language Education and Literature

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- The journal retains the copyright of the work and publishes it under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY), which permits others to share, adapt, and use the work with proper acknowledgment of the authorship and initial publication in this journal.Â
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work.