Penanda Modalitas Intensional Kahaá·‰p dan Buh dalam Bahasa Enggano
DOI:
https://doi.org/10.24235/ileal.v7i1.9047Keywords:
Bahasa Enggano, intentional modality, morfofonemikAbstract
This paper aims to reveal the meaning of intentional modality in the Enggano language. This modality is characterized by the lexical forms of kahaá·‰p and buh and the morphophonemic process of transitive verbs that follow the two lexical markers. The object of this research is Enggano transitive sentence which contains intentional modality. This study uses a qualitative-ethnographic descriptive approach. The results showed that the intentional modality markers of kahaá·‰p and buh had different contexts. The word kahaá·‰p means 'want', while buh means 'will'. However, both modality markers grammatically have the same behavior when followed by transitive verbs, namely the process of grammaticalization (affixation and morphophonemic). The difference between the two lies in the prefix that accompanies the transitive verbs that signify the modalities of kahaá·‰p and buh.
Tulisan ini bertujuan mengungkap makna modalitas intensional dalam bahasa Enggano. Modalitas ini ditandai oleh bentuk leksikal kaha᷉p dan buh serta proses morfofonemik verba transitif yang mengikuti kedua pemarkah leksikal tersebut. Objek penelitian ini berupa kalimat transitif bahasa Enggano yang mengandung modalitas intensional. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif-etnografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanda modalitas intensional kaha᷉p dan buh memiliki konteks yang berbeda. Kata kaha᷉p memiliki makna ‘ingin’, sedangkan buh bermakna ‘akan’. Namun, kedua penanda modalitas tersebut secara gramatikal memiliki perilaku yang sama ketika diikuti oleh verba transitif, yaitu adanya proses gramatikalisasi (afiksasi dan morfofonemik). Pembedaan keduanya terletak pada prefiks yang menyertai verba transitif penanda modalitas kaha᷉p dan buh.
References
Adejare, R. A. (2014). The Manifestation of Mood and Modality in Texts. English Linguistics Research, 3(1), 18–27.
Alwi, H. (1992). Modalitas dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Kanisius.
Antartika, I. K. (2015). Nomina Derivasional Bahasa Jepang: Sebuah Kajian Morfologi Generatif. Prasi, 10(20), 27-40.
Apriastuti, N. N. A. A. (2017). Bentuk, Fungsi dan Jenis Tindak Tutur dalam Komunikasi Siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran, 1(1), 38–47.
Cahyanto, E. (2016). Modalitas dalam Bahasa Jawa. Universitas Mataram.
Creswell, J. W. (2013). Research Design Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed edisi ketiga. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Edwards, O. (2015). The Position of Enggano within Austronesian. Oceanic Linguistics, 54(June 2015), 54–109.
Eryon. (2011). Satu Tinjauan Deskripsi tentang Modalitas Bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Jurnal Linguistika, 2(2), 43–61.
Fachruliansyah, I. (2019). Suku Bangsa Enggano dalam Perdebatan Rumpun Bangsa dan Bahasa Austronesia: Suatu Tinjauan Antropologis. Antropologi Indonesia, 40(1), 19–49.
Ginting, A. K., Mulyadi, & Nurlela. (2018). Modalitas Dalam Bahasa Karo. Bahasa, 29(4), 1–16.
Jayanti, A. K. (2019). Modalitas dalam Improvisasi Dialog Pementasan Drama Mahasiswa Sastra Indonesia. Setali Seminar Tahunan Linguistik 2019, 110-116.
Khomutova, T. N. (2014). Mood and Modality in Modern English. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 154(Oktober), 395–401.
Kurniasih, U. (2019). Perubahan Penggunaan Modalitas Intensional dalam Bahasa Melayu dan Bahasa Indonesia. Disastra: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 1(1), 53-59.
Kusnadi, Y. & Mutoharoh, M. (2016). Pengaruh Keterimaan Aplikasi Pendaftaran Online Terhadap Jumlah Pendaftar di Sekolah Dasar Negeri Jakarta. Jurnal Paradigma, XVIII(2), 89–101.
Lalira, J. (2013). Morfofonemik Bahasa Talaud. Kajian Linguistik, 1(1), 1-15.
Miles, M. B., & Huberman, M. (1994). Data Qualitative Analysis. Sage Publication, Inc.
Nugraha, D. N. S., & Reyta, F. (2019). Modalitas Ganda Dalam Bahasa Inggris dan Padanannya Dalam Bahasa Indonesia: Kajian Sintaksis dan Semantik. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, dan Seni, 3(1), 138-147.
Nugroho, A. (2015). Pemahaman Kedudukan dan Fungsi Bahasa Indonesia Sebagai Dasar Jiwa Nasionalisme. Prosiding Seminar Nasional Bulan Bahasa, 5(11), 285–291.
Nusantari, A. P., & Rokhman, F. (2016). Kode Tutur Verbal Penutur Asing dalam Ranah Sosial Masyarakat Dwibahasawan. Seloka: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, 5(1), 62–70.
Retnowati, E. (2014). Bahasa dan Budaya Etnik Kao di Era Globalisasi: Tinjauan Filsafat Manusia. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan, 20(3), 406-422.
Risaldi, A., Santos, A., & Syahri, M. (2021). Modalitas Sebagai Fitur Lingual Praktik Kuasa Dalam Komunitas Pedofilia. Kembara, 7(2), 241-255.
Saadatuddaroini, S. (2017). Modalitas Sebagai Pengisi Fungsi Predikat Bahasa Palembang dan Pengungkapannya dalam Bahasa Indonesia: Kajian Struktur dan Makna. Tesis: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran.
Sari, R. (2013). Teknik Panduan Bagi Mahasiswa Bahasa Jerman Mengenal Modalitas dan Evidensialitas Bahasa Minangkabau Dialek Pariaman Sebagai Pembelajaran. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 19(71), 1-7.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Wibowo, S. F. (2014). Vitalitas Bahasa Enggano di Pulau Enggano. Ranah: Jurnal Kajian Bahasa, 3(1), 1-12.
Wijaya, D. (2015). Pemarkah Gramatikal Verba Bahasa Enggano dalam Hubungan Keaspekan (Kajian Morfosintaksis). Tesis: Universitas Indonesia.
Zaim, M. (2014). Metode Penelitian Bahasa: Pendekatan Struktural. Padang: Sukabina Press.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2022 Indonesian Language Education and Literature

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
- The journal retains the copyright of the work and publishes it under the terms of the Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY), which permits others to share, adapt, and use the work with proper acknowledgment of the authorship and initial publication in this journal.Â
- The author is able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book) with the acknowledgment of its initial publication in this journal.
- The author is permitted and encouraged to post his/her work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of the published work.