Profil Konsentrasi Belajar pada Siswa yang Memiliki Adiksi Media Sosial Instagram dan Implikasinya pada Program Bimbingan Belajar
DOI:
https://doi.org/10.24235/prophetic.v4i1.8761Keywords:
Konsentrasi Belajar, Adiksi Media Sosial Instagram, Bimbingan Belajar.Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran mengenai konsentrasi belajar siswa dan adiksi media sosial instagram serta membuat rancangan program bimbinganobelajar untuk meningkatkan kosentrasi belajar siswa dan mengurangi adiksi media0sosial instagram pada siswa. Metode penelitian yang digunakan melalui pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 120 siswa dari kelas VIII SMPN 1 Kota Serang. Penelitian mengenai konsentrasi belajar berdasarkan dari 7 aspek yaitu, pemusatan pemikiran, motivasi, rasa khawatir, perasaan tertekan, gangguan pemikiran, gangguan kepanikan. Selanjutnya penelitian tentang adiksi media sosial Instagram berdasarkan dengan 6 aspek yaitu, salience, mood modification, tolerance, withdrawal symptoms, conflict, dan relapse. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu penyebaran instrumen penelitian berupa angket. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi belajar siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Serang berada dalam kategori sedang sebesar 83%, kategori tinggi dengan 12% dan 5% pada kategori rendah. Hasil penelitian pada adiksi media sosial Instagram siswa kelas VIII SMPN 1 Kota Serang berada dalam kategori sedang dengan presentase 70%, kategori tinggi 13% dan kategori rendah 13%. Setelah mengetahui tingkat konsentrasi belajar dan adiksi media sosial instagram pada siswa, selanjutnya yaitu merancang program yang dibuatbberdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan.
References
Aunurrahman. (2012). Belajar dan Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Azmiyati, dkk. (2014) Gambaran Penggunaan NAPZA Pada Anak Jalanan di Kota Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(2), hlm. 137-143.
Buente, W & Robbin, A. (2008). Trends in Internet Information Behavior. Jurnal of The America Society for Information Science and Thecnology, 59(11).
Darsono. (2000). Belajar dan Pembelajaran. Semarang: IKIP Press.
Eunike, R., dkk. (2012). Stress Kerja dengan Pemilihan Strategi Coping. Vol.2. 149-155.
Ferrari, Joseph R., Johson, J. & McCown, W. 1995. Procrastination and Task Avoidance. New York, USA: Plenum Press.
Lutfiyani, V., dan Caraka, P. B. (2017). Strategi layanan bimbingan dan konseling komprehensif dalam pengembangan self-knowledge pada siswa sekolah dasar. Jurnal SENDIKA: Seminar Nasional Pendidikan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Ahmad Dahlan, 1. 370-377. eprints.uad.ac.id/ 12.09.20.
Mu’rifah. (2007). Materi Pokok Pendidikan Kesehatan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Muflihah, F., Sholihah, A. (2019). Hubungan Antara Kecanduan Gadget dengan Prokrastinasi Akademik. Vol.18. (1). 84-93.
Nurihsan, A. J. (2005). Strategi layanan bimbingan dan konseling. Bandung: PT. Refika Aditama.
Orzack, M. H. (1999). The Simptom of Computer Addiction. http://www.computeraddiction.com. Diakses pada 12 Juni 2013.
Pelleetier, L., Legault, L., & Demer, I. G. (2006). Why Do High School Student Laek Motivation In the Classroom? Toward and Understanding of Academic amotivation and the Role of Social Support. (Online) www.psycnet.org diakses pada 19 Maret 2016.
Rahardjo, W, dkk. (2020). Adiksi Media Sosial Remaja Pengguna Instagram dan WhatsApp: Memahami Peran Need Fulfillment dan Social Media Engagement. Vol. 18. No. 01, 5-16
Rahmat, H. K. (2019). Implementasi strategi layanan bimbingan dan konseling komprehensif bagi siswa tunanetra di mts. yaketunis yogyakarta. Jurnal Penelitian Program Studi Bimbingan dan Konseling Islam Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, 1. 37-46. ejournal.uin-suka.ac.id/ 13.09.20
Sardiman, A.M. (2007). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Bandung: Rajawali Pers.
Wade, C dan Tavris, C. (2007). Psiklogi Edisi Kesembilan Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Young, K. S. (2010). Internet addivition: a handbook and guide to evalution and treatment. Canada: Jhon Wiley & Sons, inc.
Downloads
Issue
Section
License
Copyright (c) 2021 Prophetic : Professional, Empathy and Islamic Counseling Journal

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.
Proposed Policy for Journals That Offer Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).
Proposed Policy for Journals That Offer Delayed Open Access
Authors who publish with this journal agree to the following terms:
- Authors retain copyright and grant the journal right of first publication, with the work [SPECIFY PERIOD OF TIME] after publication simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution License that allows others to share the work with an acknowledgement of the work's authorship and initial publication in this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangements for the non-exclusive distribution of the journal's published version of the work (e.g., post it to an institutional repository or publish it in a book), with an acknowledgement of its initial publication in this journal.
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g., in institutional repositories or on their website) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published work (See The Effect of Open Access).