Rekonstruksi PAI Berbasis Multikultural di Sekolah
DOI:
https://doi.org/10.24235/tarbawi.v4i2.5198Abstract
Aksi radikalisme Islam pasca tumbangnya rezim orde baru, tumbuh subur di Indonesia. Isu radikalisme ini menjadi wacana yang menarik di beberapa kalangan, khususnya akademisi. Di samping merebaknya aksi terorisme dan radikalisme Islam, belakangan ini ada kecenderungan upaya-upaya sistematis yang dilakukan oleh kelompok-kelompok keagamaan tertentu untuk mengajarkan doktrin keagamaan garis keras di kalangan pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). Meskipun faktor kemunculan terorisme dan radikalisme Islam sangatlah kompleks, namun merebaknya fenomena tersebut dapat menjadi cermin PAI di negeri ini. Harus diakui bahwa praktik pendidikan agama (Islam) selama ini lebih bercorak eksklusivistik ketimbang inklusivistik. Upaya komprehensip sepatutnya dilakukan untuk merekonstruksi PAI dalam rangka membangun kesadaran multikultural sebagai tindakan preventif dan  meminimalkan terjadinya tindakan  radikalisme.
Kata Kunci: Rekonstruksi, Pendidikan Agama Islam, MultikulturalReferences
Arief S. Sadiman, dkk., Media Pendidikan: Pengertian, Pengembangan, dan Pemanfaatannya , Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2007
Azyumardi Azra, “Rekruitmen Anak Sekolahâ€, Republika, 24 April 2011
Ezmir, Analisis Data: Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Rajawali Press. 2012
John W. Creswell, Penelitian Kualitatif dan Desain Riset: Memilih di antara Lima Pendekatan, terjemahan. Ahmad Lintang Lazuardi, Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2015.
Jakarta, KOMPAS.Com diakses Minggu 11 November 2018 pukul 13.00 WIB
Moeloeng, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rosdakarya. 2017
Muhaimin, Paradigma Pendidikan Agama Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah, Bandung: RemajaRosdakarya, 2004
Muhaimin, Pengembangan Kurikulum Pendidikan Agama Islam, Jakarta:. Rajagrafindo Persada, 2014
Posumah-Santoso, Jedid T. “Pluralisme dan Pendidikan Agamaâ€, dalam Th. Sumartana, dkk., Pluralisme, Konflik, dan Pendidikan Agama di Indonesia, Yogyakarta: Institut DIAN/Interfidei, 2005
Ramayulis, Metodologi Pendidikan Agama Islam , Jakarta: Kalam Mulia, 2005
Sudijono, Anas. Pengantar Evaluasi Pendidikan , Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007
Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif , Bandung: Alfabeta. 2017
Syukur, Fatah. Teknologi Pendidikan, Semarang: Rasail-Walisongo Press, 2005.
Syamsul Ma’arif, “Islam dan Pendidikan Pluralisme (Menampilkan Wajah Islam Toleran Melalui Kurikulum PAI Berbasis Kemajemukan)â€, hlm. 15-16, makalah disampaikan dalam Annual Conference on Islamic Studies, di Lembang, Bandung pada tanggal 26-30 November 2006.
Sukmadinata, Nana Syaodih. Pengembangan Kurikulum: Teori dan Praktek Bandung: Remaja Rosdarkaya, 2008
Tribunnews.Com, Diakses pada kamis 14 Maret 2019 pukul. 08 45 WIB
Yaqin, M. Ainul.Akademika Multikultural , Yogyakarta:UIN Suka Press, 2012
Zainiyati, Husniyatus Salamah. Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis ICT Konsep dan Aplikasi pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Jakarta: Kharisma Putra Utama, 2017
Zakiyuddin Baidhawy, Pendidikan Agama Berwawasan Multikultural, Jakarta: Erlangga, 2005
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Utsman Tafsir

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this Journal agree to the following terms:
- Author retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allow others to share the work within an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication of this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangement for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g. acknowledgement of its initial publication in this journal).
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g. in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published works.