Mengembangkan Paradigma Integratif-Interkonektif Dalam Pendidikan Islam Di Perguruan Tinggi (Pendekatan Interdisipliner Dalam Studi Islam
DOI:
https://doi.org/10.24235/tarbawi.v4i2.5181Abstract
Perkembangan Studi Islam di Indonesia dimulai dengan sistem langgar, sistem pesantren, dan sistem pendidikan kerajaan. Kemudian di abad ke-20 mulai muncul lembaga pendidikan berupa madrasah atau sekolah yang dikelola oleh organisasi Islam. Seiring perkembangan Pendidikan Islam dari zaman dulu hingga sekarang, fakta menunjukkan bahwa sebagian besar perguruan tinggi Islam masih mengikuti platform keilmuwan klasik yang didominasi al-ulum al-syar’i. Kritik demi kritik bermunculan karena selama ini ilmu-ilmu keislaman yang berkembang hanya bersifat fragmenteris dan belum memiliki keterkaitan dengan isu-isu kekinian. Sementara di abad ke-21 ini segala sesuatunya banyak didominasi oleh ilmu pengetahuan (khususnya sains). Sehingga dapat dikatakan maju dan mundurnya masyarakat masa kini maupun masa depan banyak dipengaruhi oleh penguasaan dan kemajuan sains. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat muslim Indonesia. Penelitian ini berupa meta deskripsi mengenai implementasi paradigma integratif – interkonektif dalam pendidikan Islam di Perguruan Tinggi Islam yang sudah lebih dulu dikembangkan oleh UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Hasil dari pengembangan paradigma integratif – interkonektif di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dapat dilihat dari beberapa aspek berikut, seperti dalam pedoman akademik, sarpras, laboratorium agama, laboratorium sains dan lain-lain.
Kata Kunci : Integrasi – Interkoneksi, Studi Islam, Pendidikan Islam, Perguruan Tinggi Agama Islam (PTAI)
References
Abdullah, Amin. Islamic Studies di Perguruan Tinggi: Pendekatan ‎Integratif - Interkonektif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.‎
Abdullah, M. Amin. Implementasi Pendekatan Integratif - ‎Interkonektif dalam Kajian Pendidikan Islam. Yogyakarta: ‎Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga, 2014.
‎
‎———. Tafsir Baru Studi Islam dalam Era Multikultural. Yogyakarta: ‎Panitia Dies IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ke 50 dan ‎Kurnia Alam Semesta, 2002.‎
Akaha, Akhmad Zulfaidan. Psikologi Anak dan Remaja Muslim. ‎Jakarta: Pustaka al-Kautsar, 2001.‎
Al Makin. Sosialisasi Pembelajaran "Menjadi Mahasiswa Visioner di ‎UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, ‎‎2017.‎
Hidayat, Muslih. “Pendekatan Integratif-Interkonektif: Tinjauan ‎Paragdikmatik Dan Implementatif Dalam Pembelajaran ‎Pendidikan Aama Islam,†2, XIX (November 2014).‎
Kalijaga, UIN Sunan. Kerangka Dasar Keilmuan dan Pengembangan ‎Kurikulum UIN Sunan Kalijaga. Yogyakarta: Pokja ‎Akademik UIN, 2006.‎
Muslih, M. Filsafat Ilmu. Yogyakarta: Belukar, 2006.‎
Nasution, Khoiruddin. Pengantar Studi Islam Dilengkapi ‎Pendekatan Integratif-Interkonektif (Multidisipliner). Jakarta: ‎PT. Raja Grafindo Persada, 2016.‎
Siswanto. “Perspektif Amin Abdullah Tentang Integrasi ‎Interkoneksi dalam Kajian Islam.†Teosofi, 2, 3 (2013).‎
Suprayogo, I, dan Tobroni. Metodologi Penelitian Sosial Agama. ‎Bandung: Remaja Rosdakarya, 2003.‎
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Fithria Rifatul Azizah

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this Journal agree to the following terms:
- Author retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allow others to share the work within an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication of this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangement for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g. acknowledgement of its initial publication in this journal).
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g. in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published works.