HUBUNGAN ANTARA KOMUNIKASI KELUARGA DENGAN PERILAKU KEAGAMAAN REMAJA DESA UJUNGGEBANG KECAMATAN SUSUKAN KABUPATEN CIREBON
DOI:
https://doi.org/10.24235/tarbawi.v4i1.4107Abstract
Â
ABSTRAK
Â
Penelitian ini dilatar belakangi oleh sebuah peristiwa dengan masih ditemukannya perilaku keagamaan remaja yang belum sesuai harapan seperti kurangnya melaksanakan kegiatan keagamaan seperti sholat, puasa, ngaji dan sebagainya, padahal komunikasi keluarga di desa ujunggebang kecamatan susukan bisa dikatakan cukup baik, hal ini bisa dilihat dari proses sikap orang tua yang menunjukkan keteladanan, memberikan pengarahan, memberikan motivasi, mengingatkan, memberikan nasihat, membimbing kearah yang lebih baik. Sedangkan komunikasi keluarga adalah aktivitas yang dilakukan oleh sebuah keluarga agar terjalin rasa percaya dan kejujuran serta menjaga keharmonisan keluarga tersebut. Dimana indikator dari komunikasi keluarga mencakup keterbukaan (openness), empati (emphaty), sikap mendukung (suportiveness), kesetaraan (equality), dan sikap postif (positiveness).
Tujuan dari penelitian ini untuk memperoleh data tentang Komunikasi Keluarga di Desa Ujunggebang, Perilaku keagamaan di Desa Ujunggebang, Hubungan antara Komunikasi Keluarga di Desa Ujunggebang dengan Perilaku Keagamaan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Teknik Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis kuantitatif, dan uji korelasi.
Kesimpulan hasil penelitian ini yaitu, komunikasi keluarga termasuk dalam wilayah selalu dengan nilai rata-rata 2785. Perilaku keagamaan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon termasuk dalam wilayah selalu dengan nilai rata-rata 2474. Hubungan komunikasi keluarga dengan Perilaku Keagamaan di Desa Ujunggebang Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon penunjukkan nilai korelasi yang mencapai0,631 yang menunjukkan pada korelasi yang sedang atau cukupan, karena berada pada interval 0,40 – 0,70.
Kata Kunci : komunikasi keluarga dan perilaku keagamaan
References
DAFTAR PUSTAKA
Ana Retronngsih dan Suharso, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Semarang: Cv. Widya Karya 2006
Arikunto, suharsimi. 2002. Prosedur Penlisan Suatu Pendekatan Praktek.Jakarta: Rieneka Cipta
Bungin, burhan. 2006. Sosiologi Komunikasi. Jakarta: Kencana
Devito, joseph. 1997. Komunikasi antar Manusia. Professional book: Jakarta
Ihsan, fuad. 2005. Dasar-Dasar Kependidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Jalaludin. 2000. Psikologi agama. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada
Lestari, sri. 2012. Psikologi keluarga. Jakarta: kencana prenada mediagroup
Mihardja, Achdiat K., Polemik Kebudayaan: Pokok Pikiran St. Takdir Alisjahbana (Yogyakarta: Pustaka Jaya, 1997).
Morissan. 2013. Teori komunikasi. Bogor: Penerbit Ghalia Indonesia
Mufid, muhammad. 2009. Etika filsafat komunikasi. Jakarta: kencana prenada media group
Muhammad, arni. 2009. Komunikasi Organisasi. Jakarta: bumi aksara
Rosyid, Sulaiman. 1988.Fiqh Islam. Jakarta: Attahiriyah
Sugiyono. 2003. Metode Penulisan Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif, R&B. Bandung: Alfabeta
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Nunung Nurhasanah, Nawawi Nawawi, Siti Maryam Munjiat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Authors who publish with this Journal agree to the following terms:
- Author retain copyright and grant the journal right of first publication with the work simultaneously licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License that allow others to share the work within an acknowledgement of the work’s authorship and initial publication of this journal.
- Authors are able to enter into separate, additional contractual arrangement for the non-exclusive distribution of the journal’s published version of the work (e.g. acknowledgement of its initial publication in this journal).
- Authors are permitted and encouraged to post their work online (e.g. in institutional repositories or on their websites) prior to and during the submission process, as it can lead to productive exchanges, as well as earlier and greater citation of published works.