Studi Efektivitas Pemurnian Kapur Barus (Kamper) Melalui Teknik Sublimasi Sederhana

Authors

  • Aulia Pitri Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia
  • Dhini Aminati Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia
  • Fanny Laisya Putri Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia
  • Laita Nurjannah Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Indonesia

Keywords:

Sublimasi, Pemurnian, Kapur Barus, Kristalisasi, Kamper, Pemisahan Campuran

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami mekanisme pemisahan campuran dan efektivitas pemurnian kapur barus (kamper, C₁₀H₁₆O) dari pengotor pasir menggunakan teknik sublimasi sederhana. Kapur barus dipilih karena sifat volatilitasnya yang tinggi dan kemampuan menyublim pada suhu rendah. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium kualitatif deskriptif dengan tiga kali pengulangan, di mana sampel campuran (3 g kamper : 1 g pasir silika) dipanaskan di atas cawan porselen pada suhu ±50–60°C menggunakan pembakar spiritus untuk memicu transisi fase padat ke gas, kemudian dideposisi kembali menjadi padat pada permukaan dingin kaca arloji bersuhu ±5°C (dijaga dengan es batu). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sublimasi efektif memisahkan kamper dari residu pasir, menghasilkan kristal putih dengan tekstur lebih halus dan tingkat kemurnian visual yang lebih tinggi dibandingkan bahan baku awal. Rata-rata persentase recovery kamper hasil sublimasi adalah 78,3±2,1%. Pengukuran titik leleh kristal hasil sublimasi (174–176°C) mendekati nilai literatur kamper murni (176°C), mengindikasikan peningkatan kemurnian yang signifikan. Secara mikroskopis, pembentukan kristal dipengaruhi oleh kontrol termal dan laju pendinginan selama proses. Kesimpulannya, teknik sublimasi sederhana merupakan metode pemurnian yang efisien secara kualitatif maupun kuantitatif untuk zat dengan tekanan uap tinggi, meskipun keberhasilannya sangat bergantung pada kerapatan sistem dan distribusi panas selama pemanasan.

References

Day, R. A., & Underwood, A. L. (1981). Analisa Kimia Kuantitatif (Edisi ke-5). Jakarta: Erlangga.

Khopkar, S. M. (2008). Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta: Universitas Indonesia Press.

Rahman, A. (2007). Teknik Pemurnian Senyawa Organik. Bandung: ITB Press.

Sastrohamidjojo, H. (2020). Kimia Organik Dasar. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Surya, D. (2021). Kimia Material dan Aplikasinya. Jakarta: Bumi Aksara.

Syafurjaya, R., & Sari, H. (2009). Termodinamika Kesetimbangan Fase dan Aplikasinya dalam Pemurnian. Jurnal Kimia Dasar, 12(1), 45–58.

Syukri, S. (1999). Kimia Dasar Jilid 2. Bandung: ITB Press.

Downloads

Published

2026-05-27

How to Cite

Studi Efektivitas Pemurnian Kapur Barus (Kamper) Melalui Teknik Sublimasi Sederhana. (2026). Research and Practice of Educational Chemistry, 4(02), 4-7. https://journal1.uinssc.ac.id/index.php/respec/article/view/24187