Perbandingan Metode Fermentasi dan Pemanasan dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dari Santan Kelapa

Authors

  • Firyal Zahra Khoizuroona Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Niha Najma Fa’diyah Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Kartimi Kartimi Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Aliya Sofyani Program Studi Pendidikan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bandung

Keywords:

VCO, Fermentasi, Pemanasan, Rendemen, santan kelapa

Abstract

Virgin Coconut Oil (VCO) merupakan minyak kelapa yang diperoleh dari daging kelapa segar melalui proses yang tidak menyebabkan perubahan besar pada karakter alami minyak. Pembuatan VCO dari santan dapat dilakukan dengan beberapa metode, antara lain fermentasi dan pemanasan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan hasil pembuatan VCO menggunakan metode fermentasi dan metode pemanasan berdasarkan volume minyak yang diperoleh, rendemen, kejernihan, warna, aroma, dan waktu proses. Penelitian dilakukan secara eksperimental sederhana menggunakan 800 g kelapa parut segar yang diekstraksi dengan 600 mL air hangat. Santan yang diperoleh dibagi menjadi dua bagian, masing-masing 450 mL. Pada metode fermentasi, santan ditambahkan 1 g ragi roti komersial dan didiamkan selama 20 jam pada suhu ruang. Pada metode pemanasan, santan dipanaskan pada suhu sekitar 60-80°C hingga terjadi pemisahan minyak dari blondo dan fase air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fermentasi menghasilkan VCO sebanyak 56,5 mL dengan rendemen 12,5%, warna lebih jernih, dan aroma kelapa yang lebih segar, tetapi membutuhkan waktu proses lebih lama. Metode pemanasan menghasilkan VCO sebanyak 64,0 mL dengan rendemen 14,2% dalam waktu sekitar 2-3 jam, tetapi warna minyak sedikit lebih kekuningan dan kejernihannya lebih rendah. Hasil ini menunjukkan bahwa metode fermentasi lebih unggul dari aspek visual dan aroma, sedangkan metode pemanasan lebih unggul dari aspek rendemen dan efisiensi waktu. Penelitian lanjutan diperlukan untuk menguji kadar air, asam lemak bebas, bilangan peroksida, dan profil asam lemak agar mutu VCO dapat dinilai secara lebih objektif.

References

Ghani, N. A. A., Channip, A.-A., Chok Hwee Hwa, P., Ja’afar, F., Yasin, H. M., & Usman, A. (2018). Physicochemical properties, antioxidant capacities, and metal contents of virgin coconut oil produced by wet and dry processes. Food Science & Nutrition, 6(5), 1298-1306. https://doi.org/10.1002/fsn3.671

Ministry of Agriculture Fiji. (2015). Standard for Virgin Coconut Oil. Ministry of Agriculture, Fiji.

Nahak, D. K., Satmalawati, M. M. E. M., & Naisali, H. (2023). The effect of yeast dose and fermentation time on the quality of Virgin Coconut Oil (VCO). Jurnal Teknik Pertanian Lampung, 12(4), 988-996. https://doi.org/10.23960/jtep-l.v12i4.988-996

Ng, Y. J., Tham, P. E., Khoo, K. S., Cheng, C. K., Chew, K. W., & Show, P. L. (2021). A comprehensive review on the techniques for coconut oil extraction and its application. Bioprocess and Biosystems Engineering, 44(9), 1807-1818. https://doi.org/10.1007/s00449-021-02577-9

Raghavendra, S. N., & Raghavarao, K. S. M. S. (2010). Effect of different treatments for the destabilization of coconut milk emulsion. Journal of Food Engineering, 97(3), 341-347. https://doi.org/10.1016/j.jfoodeng.2009.10.027

Wong, Y. C., & Hartina, H. (2014). Virgin coconut oil production by centrifugation method. Oriental Journal of Chemistry, 30(1), 237-245. https://doi.org/10.13005/ojc/300129

Downloads

Published

2025-06-30

Issue

Section

Articles

How to Cite

Perbandingan Metode Fermentasi dan Pemanasan dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dari Santan Kelapa. (2025). Research and Practice of Educational Chemistry, 4(01), 11-15. https://journal1.uinssc.ac.id/index.php/respec/article/view/24352