Pembuatan Indikator Alami dari Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) sebagai Indikator Alternatif Asam Basa Berdasarkan Variasi Waktu Perendaman
Keywords:
Kulit Buah Naga, Antosianin, Indikator Asam Basa, Maserasi, Waktu Perendaman OptimumAbstract
Indikator asam basa merupakan salah satu komponen penting dalam analisis kimia yang umumnya berbahan sintetis sehingga berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) sebagai indikator alami asam basa, menentukan waktu perendaman optimum dalam proses ekstraksi, serta mengidentifikasi metode ekstraksi yang paling efektif. Penelitian bersifat eksperimental dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% melalui variasi waktu perendaman yaitu 16, 18, 20, 22, 24, dan 26 jam. Parameter yang diukur meliputi nilai absorbansi menggunakan spektrofotometer pada panjang gelombang 500 nm, uji trayek pH menggunakan larutan buffer pH 4 dan pH 7, serta uji titrasi asam-basa dengan HCl dan NaOH 0,1 M. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit buah naga mampu berperan sebagai indikator asam basa yang efektif, ditandai dengan perubahan warna dari merah muda (pink) pada kondisi asam menjadi kuning pada kondisi basa. Waktu perendaman optimum yang diperoleh adalah 26 jam dengan nilai absorbansi tertinggi sebesar 4,104 pada panjang gelombang 500 nm. Metode maserasi terbukti efektif karena pelarut etanol 96% mampu mengekstrak pigmen antosianin tanpa merusak struktur kimianya. Dengan demikian, ekstrak kulit buah naga (Hylocereus polyrhizus) layak dijadikan alternatif indikator asam basa alami yang ramah lingkungan, mudah diperoleh, dan berbiaya rendah.
References
Adawiyah, R., Syauqiah, I., & Anggraini, D. (2021). Pemanfaatan Ekstrak Antosianin Kubis Ungu (Brassica oleracea var. capitata f. rubra) sebagai Indikator Alami Asam Basa. Jurnal Kimia Riset, 6(1), 28–36. https://doi.org/10.20473/jkr.v6i1.24115
Andini, R., & Puspitasari, D. (2023). Optimasi Waktu Maserasi Ekstrak Antosianin dari Kelopak Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) sebagai Indikator Asam Basa. Jurnal Riset Kimia, 14(2), 115–124. https://doi.org/10.25077/jrk.v14i2.542
Astuti, P., Mardawati, E., & Widyastuti, S. (2022). Potensi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah sebagai Indikator Titrasi Asam Basa Alternatif. Jurnal Teknologi Pertanian Andalas, 26(1), 48–55.
Belitz, H. D., & Grosch, W. (1987). Food Chemistry (2nd ed.). Springer-Verlag.
Cahyani, D., Nurfajriani, N., & Hutagalung, P. A. (2023). Ekstraksi Antosianin dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dan Penggunaannya sebagai Indikator Asam Basa Alami. Jurnal Pendidikan Kimia, 15(2), 87–96. https://doi.org/10.24114/jpkim.v15i2.41234
Chairunisah, R., & Wiryawan, K. G. (2021). Natural Anthocyanin-Based pH Indicators from Plant Sources: A Systematic Review. Indonesian Journal of Chemistry, 21(4), 1023–1035. https://doi.org/10.22146/ijc.65432
Darmawati, S., Ratnasari, D., & Hasanah, U. (2022). Pengaruh Metode Ekstraksi terhadap Kualitas Antosianin Kulit Buah Naga (Hylocereus costaricensis). Jurnal Agroindustri Halal, 8(2), 163–172.
Fitriani, A., & Rusdiana, T. (2022). Pengaruh Lama Maserasi terhadap Rendemen dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Kulit Buah Naga Merah. Pharmauho: Jurnal Farmasi, Sains, dan Kesehatan, 8(1), 12–17. https://doi.org/10.33772/pharmauho.v8i1.22144
Hamidi, A., Khotimah, H., & Mulyadi, D. (2022). Perbandingan Efektivitas Beberapa Indikator Alami sebagai Pengganti Indikator Fenolftalein pada Titrasi Asam Basa. Orbital: Jurnal Pendidikan Kimia, 6(1), 39–50.
Hasanah, U., Sari, P., & Yuniar, F. (2022). Studi Pemanfaatan Pigmen Alami dari Beberapa Tanaman Tropis sebagai Indikator Asam Basa Ramah Lingkungan. Jurnal Kimia dan Kemasan, 44(2), 89–98.
Idris, M., Wulandari, S., & Rahmawati, A. (2021). Uji Efektivitas Ekstrak Ubi Jalar Ungu sebagai Alternatif Indikator Asam Basa pada Skala Laboratorium. Chemistry Education Review (CER), 5(1), 23–31. https://doi.org/10.26858/cer.v5i1.20521
Kurnia, D., Pratama, A. N., & Hamdani, F. (2023). Aplikasi Sensor Kolorimetri Berbasis Antosianin untuk Pendeteksian pH Larutan secara Visual. Jurnal Sains Materi Indonesia, 24(3), 141–149.
Lestari, W., & Suprapti, N. H. (2021). Karakterisasi Fisikokimia Antosianin Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) pada Berbagai Metode Ekstraksi. Agritech, 41(2), 176–185. https://doi.org/10.22146/agritech.56043
Lidya Simanjuntak, Chairina Sinaga, &Fatimah. (2014). Ekstraksi PigmenAntosianin Dari Kulit Buah NagaMerah (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Teknik Kimia USU,3(2), 25-29. https://doi.org/10.32734/jtk.v3i2,1502
Meganingtyas, W., & Alauhdin, M. (2021). Ekstraksi antosianin dari kulit buah naga (Hylocereus costaricensis) dan pemanfaatannya sebagai indikator alami titrasi asam-basa. agriTECH, 41(3), 278-284. https://doi.org/10.22146/agritech.63591
Mukhlis, A., Purwanto, H., & Sari, I. N. (2022). Validasi Metode Spektrofotometri UV-Vis untuk Penentuan Kadar Antosianin Total dalam Ekstrak Tumbuhan dengan Metode pH Diferensial. Majalah Farmaseutik, 18(1), 25–33.
Muzakkar, M. Z., Nurdin, M., & Baka, N. (2020). Analisis Kandungan dan Stabilitas Antosianin dari Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) dengan Pelarut yang Berbeda. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 6(2), 232–238. https://doi.org/10.29303/jppipa.v6i2.456
Nurjanah, S., Affandi, D. R., & Ariviani, S. (2020). Optimasi Ekstraksi Antosianin dari Kulit Buah Naga Merah Menggunakan Metode Response Surface Methodology. Jurnal Teknologi dan Industri Pangan, 31(2), 148–158. https://doi.org/10.6066/jtip.2020.31.2.148
Pratiwi, R., & Hamidah, S. (2021). Pengaruh Variasi Pelarut terhadap Kandungan Antosianin dan Aktivitas Antioksidan Kulit Buah Naga Merah. Jurnal Pangan dan Agroindustri, 9(1), 36–44. https://doi.org/10.21776/ub.jpa.2021.009.01.4
Rahmawati, D., Purwanto, A., & Irianto, H. E. (2021). Potensi Ekstrak Kulit Buah Naga Merah sebagai Indikator Asam Basa Alami: Kajian Komprehensif. Jurnal Riset Teknologi Industri, 15(2), 95–106. https://doi.org/10.26578/jrti.v15i2.6763
Safitri, N., Herdiani, E., & Marlina, L. (2022). Perbandingan Indikator Alami Antosianin dari Berbagai Sumber Tumbuhan dalam Penentuan Trayek pH. Jurnal Kimia dan Terapan, 4(2), 67–76.
Santoso, B., Sari, R. K., & Wulandari, D. (2022). Pengaruh Suhu dan Lama Penyimpanan terhadap Kestabilan Antosianin Ekstrak Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus). Jurnal Teknologi Pangan dan Gizi, 21(1), 18–27.
Septiana, A. T., & Asnani, A. (2020). Kajian Fisikokimia dan Aktivitas Antioksidan Berbagai Varietas Buah Naga dan Pemanfaatan Kulit Buahnya sebagai Pewarna Alami. Agritech, 40(3), 172–178.
Susilowati, A., Dewi, T. K., & Fajri, M. (2023). Eksplorasi Tumbuhan Indonesia sebagai Sumber Indikator Asam Basa Alami Berbasis Antosianin: Review. Chimica et Natura Acta, 11(1), 1–11. https://doi.org/10.24198/cna.v11i1.42101
Suzery, M., Lestari, S., & Cahyono, B. (2020). Penentuan Total Antosianin dari Kelopak Bunga Rosela (Hibiscus sabdariffa L.) dengan Metode Maserasi dan Sokletasi. Jurnal Sains dan Matematika, 18(2), 63–67.
Wahyuningsih, S., Wulandari, L., Hartati, M. W., & Nursanti, I. (2020). Preparation and Characterization of Anthocyanin Extract from Red Cabbage (Brassica oleracea var. capitata f. rubra) and Its Application as pH Indicator. Journal of Physics: Conference Series, 1511, 012054. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1511/1/012054
Wulandari, E. A., Sukmawati, A., & Purnomo, D. (2021). Optimasi Kondisi Ekstraksi Antosianin Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrhizus) Menggunakan Metode Maserasi. Jurnal Farmasi Indonesia, 18(2), 75–84. https://doi.org/10.31001/jfi.v18i2.1128
Yuliani, H. R. (2022). Pengembangan Indikator Asam Basa Alami Berbasis Antosianin sebagai Media Pembelajaran Kimia yang Ramah Lingkungan. Jurnal Pendidikan Sains Indonesia, 10(3), 344–355. https://doi.org/10.24815/jpsi.v10i3.25567
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Authors retain the copyright of their published articles in Research and Practice of Educational Chemistry (RESPEC).
All published articles in RESPEC are licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License (CC BY 4.0).
This license permits:
- Sharing — copying and redistributing the material in any medium or format.
- Adapting — remixing, transforming, and building upon the material for any purpose, including commercial purposes.
Under the following terms:
- Attribution — appropriate credit must be given to the original authors and source, a link to the license must be provided, and any changes made must be indicated.
This license allows broad dissemination and reuse of the published material, provided that proper attribution is given to the original authors and source.
The full license terms can be found at Creative Commons Attribution 4.0 International License .










