Pengaruh Variasi Dosis Ragi terhadap Karakteristik Fermentasi Tape Singkong

Authors

  • Tuti Yuliani Putri Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Sinta Hanika Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Kartimi Kartimi Program Studi Tadris Kimia, UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon
  • Silvy Sri Latifhany Program Studi Pendidikan Biologi, Universitas Kuningan, Kuningan, Indonesia

Keywords:

tape singkong , fermentasi, pH, tekstur, ragi tape

Abstract

Tape singkong merupakan pangan fermentasi tradisional yang dihasilkan melalui aktivitas mikroorganisme dalam ragi tape. Penelitian ini bertujuan untuk mengamati pengaruh variasi dosis ragi terhadap karakteristik fermentasi tape singkong, terutama berdasarkan nilai pH, tekstur, aroma, dan rasa. Penelitian dilakukan secara eksperimental sederhana dengan tiga variasi dosis ragi, yaitu 1 g, 0,5 g, dan 0,2 g pada masing-masing 300 g singkong yang telah dikukus. Singkong yang telah diberi ragi dibungkus menggunakan daun pisang, dimasukkan ke dalam wadah tertutup, kemudian difermentasi pada suhu ruang selama 72 jam. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa dosis ragi memengaruhi tingkat keasaman dan tekstur tape yang dihasilkan. Perlakuan 1 g ragi menghasilkan tape dengan pH 2, aroma asam lebih tajam, dan tekstur sangat lunak. Perlakuan 0,5 g ragi menghasilkan tape dengan pH 3, aroma lebih seimbang, dan tekstur empuk. Sementara itu, perlakuan 0,2 g ragi menghasilkan tape dengan pH 4 dan tekstur yang masih cenderung padat. Berdasarkan parameter yang diamati, dosis 0,5 g ragi per 300 g singkong menunjukkan hasil paling baik dalam kondisi percobaan ini karena menghasilkan keseimbangan antara tekstur, aroma, dan keasaman. Penelitian lanjutan diperlukan dengan pengukuran kadar gula, alkohol, dan uji organoleptik terstandar agar mutu tape dapat dievaluasi secara lebih objektif.

References

Ardhana, M. M., & Fleet, G. H. (1989). The microbial ecology of tape ketan fermentation. International Journal of Food Microbiology, 9(2), 157-165.

Barus, T., & Wijaya, L. N. (2011). Mikrobiota dominan dan peranannya dalam cita rasa tape singkong. Biota, 16(2), 354-361.

Delva, E., Arisuryanti, T., & Ilmi, M. (2022). Genetic diversity of Amylomyces rouxii from ragi tapai in Java Island based on ribosomal regions ITS1/ITS2 and D1/D2. Mycobiology, 50(2), 132-141. https://doi.org/10.1080/12298093.2022.2028436

Hasanah, U., Ratihwulan, H., & Nuraida, L. (2018). Sensory profiles and lactic acid bacteria density of tape ketan and tape singkong in Bogor. agriTECH, 38(3), 265-272. https://doi.org/10.22146/agritech.30935

Nuraida, L. (2015). A review: Health promoting lactic acid bacteria in traditional Indonesian fermented foods. Food Science and Human Wellness, 4(2), 47-55. https://doi.org/10.1016/j.fshw.2015.06.001

Sujaya, I. N., Nocianitri, K. A., & Asano, K. (2010). Diversity of bacterial flora of Indonesian ragi tape and their dynamics during the tape fermentation as determined by PCR-DGGE. International Food Research Journal, 17, 239-245.

Tamang, J. P., Watanabe, K., & Holzapfel, W. H. (2016). Review: Diversity of microorganisms in global fermented foods and beverages. Frontiers in Microbiology, 7, 377. https://doi.org/10.3389/fmicb.2016.00377.

Downloads

Published

2024-12-18

How to Cite

Pengaruh Variasi Dosis Ragi terhadap Karakteristik Fermentasi Tape Singkong. (2024). Research and Practice of Educational Chemistry, 3(2), 27-30. https://journal1.uinssc.ac.id/index.php/respec/article/view/24379