Arabic Dialectology as a Bridge Between Fusha and ʿAmiyyah in Arabic Language Learning for Indonesian Migrant Workers (TKI)

Authors

  • Luthfiah Bengi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh
  • Moch. Fajarul Falah Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh

DOI:

https://doi.org/10.24235/ibtikar.v15i2.24548

Keywords:

dialektologi, materi ajar, tki

Abstract

Pembelajaran bahasa Arab bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang akan bekerja di negara-negara Arab selama ini cenderung lebih menekankan pada Fusha (Bahasa Arab Standar Modern). Kondisi ini bertentangan dengan kebutuhan komunikasi sehari-hari di negara yang dituju, yang mengharuskan mereka untuk menguasai ‘Amiyyah (dialek lokal) yang bervariasi secara signifikan antar wilayah. Kesenjangan ini seringkali menjadi hambatan serius bagi TKI dalam beradaptasi secara sosial, efektif dalam bekerja, dan bahkan menjaga keselamatan pribadi. Penelitian ini mengkaji secara kritis apakah kurikulum dan materi pembelajaran bahasa Arab yang digunakan di lembaga pelatihan pra-pemberangkatan TKI telah memasukkan penemuan tentang dialektologi, khususnya mengenai variasi dialek di negara tujuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui tinjauan literatur dan analisis dokumen, penelitian ini menemukan bahwa kurikulum dan materi ajar yang ada belum secara sistematis memasukkan variasi lahjah negara tujuan. Dialektologi, sebagai cabang linguistik yang mengkaji variasi dan penyebaran dialek, memberikan kontribusi penting dalam merancang materi ajar yang kontekstual, fungsional, dan relevan dalam komunikasi. Penelitian ini menegaskan bahwa dialektologi Arab berperan sebagai penghubung yang sangat penting antara Fusha yang diajarkan secara formal dan ‘Amiyyah yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi pendekatan dialektologis ke dalam pengembangan kurikulum dan materi bahasa Arab untuk TKI adalah kebutuhan mendesak untuk memastikan kesiapan komunikatif dan adaptasi sosial budaya mereka di negara tujuan. Selain itu, penelitian ini juga menekankan pentingnya pembelajaran budaya negara tujuan sebagai bagian yang esensial dari penguasaan bahasa, mengingat bahasa dan budaya memiliki keterkaitan yang erat, yang dapat diperkuat melalui pendekatan sosiolinguistik.

References

Aditya, V., Rafli, Z., Amrulloh, M. A., & Erlina, E. (2025). Arabic Language and Cultural Identity: A Systematic Review Of Sociolinguistic Literature. Ta’limi Journal, 4(2), 283–306. https://doi.org/10.53038/tlmi.v4i2.312

Al-khresheh, M. H., & Alruwaili, S. F. (2026). Long-Term Exposure but Limited Arabic Acquisition: Expatriate Professionals Residing in Saudi Arabia. Journal of International Migration and Integration. https://doi.org/10.1007/s12134-026-01400-2

Alkhamees, B. (2023). The “White Dialect” of young Arabic speakers from Qassim (Saudi Arabia). Netherlands Graduate School of Linguistics.

Alnosairee, A. H. A., & Wayan Sartini, N. (2021). A Sociolinguistics Study in Arabic Dialects. Prasasti: Journal of Linguistics, 6(1), 1–17. https://doi.org/10.20961/prasasti.v6i1

AR, A., Takdir, Munawwir, A., & Nurlatifah. (2021). Memahami perbedaan antara bahasa arab fushah dan ‘ammiyah. NASKHI: Jurnal Kajian Pendidikan Dan Bahasa Arab, 3(1), 22–29. https://doi.org/10.47435/naskhi.v3i1

Escobar, A. M. (2008). Viewpoint from Sociolinguistics and Contact Linguistics: On the Role of Dialectology in Modern Linguistics. Studies in Hispanic and Lusophone Linguistics, 1(1), 197–209. https://doi.org/10.1515/shll-2008-1011

Fahira, P. A., Setiyawan, A., Bastari, M. B., Alhanun, Z. Z., & Padilah, Y. M. (2025). Psycho- Sociolinguistic Barriers to Acquiring ‘ Ammiyah Language for New Indonesian Students in Egypt. Al-Lisan: Jurnal Bahasa, 10(1), 72–84. https://doi.org/10.30603/al.v10i1.5953

Fahmi, K., Saiddah, G. W., Khotami, R. S., & Al-Muqmin, H. D. (2025). Problematika Linguistik Dalam Penggunaan Bahasa Indonesia Pada Siswa/I Sekolah Indonesia Jeddah. Citizen : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Indonesia, 5(1), 55–62. https://doi.org/10.53866/jimi.v5i1.628

Hamdi, S. (2021). Tantangan Migrasi, Pengelolaan Remitansi, dan Kekerasan terhadap Buruh Migran Perempuan Asal Lombok di Malaysia dan Arab Saudi. RESIPROKAL: Jurnal Riset Sosiologi Progresif Aktual, 3(1), 22–24. https://doi.org/10.29303/resiprokal.v3i1.60

Hamzah, Hazira, Henra, Muh. Arsyad, Nikma Ramadhani, Nurhidayah, Nurul Inayah Masykur, Rizki Amanda, Tiara Lestari, Dian Ramadani Abdullah, & Ariansyah Darsyad. (2023). Lahjah Arabiyah: Sebuah Studi Dialektologis. International Journal Conference, 1(1), 213–222. https://doi.org/10.46870/iceil.v1i1.483

Hermawan, A. (2011). Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. Bandung: PT. Remaja RosdaKarya.

Krippendorff, K. (2018). Content Analysis: An Introduction to Its Methodology. SAGE Publications.

Mahdzuroh, S. (2024). Implementasi Pendekatan Sosiolinguistik dalam Pembelajaran Bahasa Arab Komunikatif. Konferensi Nasional Inovasi Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Arab, 4(1), 87–96. https://conference.uin-suka.ac.id/index.php/konipbsa/article/view/1597

Masitoh, R., & Thoriqussuud, M. (2024). Kajian Sosiolinguistik Pengguna Bahasa Arab di Sekolah Indonesia Jeddah : Prespektif Guru dan Siswa. KNM BSA (Konferensi Nasional Mahasiswa Bahasa Dan Sastra Arab), 982–994. https://proceedings.uinsa.ac.id/index.php/knm-bsa/article/download/2639/1778

Mubarak, F., Muradi, A., & Rahman, A. A. (2021). Izdiwajiyatul Lughah Dan Problematikanya Dalam Pembelajaran Bahasa Arab. Shaut Al- ‘ Arabiyah, 9(2), 1–8. https://doi.org/10.2452/saaa.v9il.2149

Nasir, A. (2022). Pembelajaran Bahasa Arab untuk Calon Tenaga Kerja Indonesia (CTKI) ke Timur Tengah. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia, 7(2), 503–525. https://doi.org/10.36418/syntax-literate.v7i2.6279

Nuruddin, N. (2016). Analisis Kebutuhan Bahan Ajar Bahasa Arab Bagi Calon Tenaga Kerja Indonesia (Tki) Di Timur Tengah. Bahasa Dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni Dan Pengajarannya, 44(2), 149–161. https://doi.org/10.17977/um015v44i22016p149

Pabbajah, M. T. H., Kaharuddin, & Fauziah, S. (2024). Kajian Dialektologis Terhadap Variasi Lahjah Arabiyah: Menyingkap Keragaman Linguistik Dan Budaya. Al-Fakkaar: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 5(2), 56–70. https://doi.org/10.52166/alf.v5i2.6959

Setiyadi, A. C., Putri, N. M., & Silmy, A. N. (2024). Study of Differences in Arabic Lahjah: Dialectal Variations in Various Arab Countries. Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 7(2), 619. https://doi.org/10.35931/am.v7i2.3659

Shazana, M. N. (2023). Variasi dialek bahasa arab. Al-Maraji’ Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 7(1), 1–9. https://doi.org/10.26618/almaraji.v7i1.11619

Sofa, A. R., & Sugianto, M. (2024). Variasi Keragaman Linguistik Bahasa Arab Di Negara Arab Dan Implikasinya Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Di Indonesia. Al Mi’yar: Jurnal Ilmiah Pembelajaran Bahasa Arab Dan Kebahasaaraban, 7(1), 517–542. https://doi.org/10.35931/am.v7i1

Trudgill, P. (2000). Sociolinguistics: An Introduction to Language and Society. Penguin Publishing Group.

Urwati, N., Novian, Z., Syakur, A., Salsabila, S., & Agustin, H. (2026). Bridging Fusha and ’Ammiyah: Rethinking Arabic as a Foreign Language Curriculum in Diglossic Contexts. Alibbaa’: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab, 7(1), 93–111. https://doi.org/10.19105/ajpba.v7i1.22726

Zed, M. (2004). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Published

31-08-2026

Data Availability Statement

Data yang mendukung temuan penelitian ini tersedia dalam artikel-artikel ilmiah dan sumber pustaka yang digunakan sebagai referensi. Seluruh sumber data telah dicantumkan secara lengkap pada daftar pustaka artikel ini.

Issue

Section

Articles

Similar Articles

21-30 of 61

You may also start an advanced similarity search for this article.