Kajian Distribusi Senyawa Teh Hijau dan Teh Hitam melalui Ekstraksi Cair-Cair Berdasarkan Analisis Warna RGB dan Pengaruh Suhu Penyeduhan

Authors

  • Uzlifatul Jannah Program Studi Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon
  • Silviana Fitri Program Studi Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon
  • Adis Fidya Septyani Program Studi Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon
  • Laita Nurjannah Program Studi Tadris Kimia, Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon, Cirebon

Keywords:

Teh Hijau, Teh Hitam, Ekstraksi Cair-Cair, Distribusi Senyawa, Suhu Penyeduhan

Abstract

Teh hijau dan teh hitam merupakan minuman yang mengandung kafein dan berbagai senyawa bioaktif dengan kadar yang berbeda bergantung pada jenis teh dan kondisi penyeduhan. Penelitian ini bertujuan mengkaji distribusi senyawa teh hijau dan teh hitam melalui ekstraksi cair-cair menggunakan minyak goreng, serta mengevaluasi pengaruh suhu penyeduhan (70°C dan 90°C) terhadap hasil ekstraksi secara semi-kuantitatif melalui analisis warna RGB. Sampel diseduh selama 10 menit dengan massa teh 2 gram dalam 200 mL aquades, kemudian diekstraksi dengan 10 mL minyak goreng. Analisis warna RGB dilakukan menggunakan software pengolah gambar terhadap foto dokumentasi sampel. Hasil menunjukkan bahwa peningkatan suhu penyeduhan menghasilkan larutan yang lebih pekat, dengan teh hitam pada 90°C menghasilkan intensitas warna tertinggi (R=210, G=98, B=72). Setelah ekstraksi, sebagian besar senyawa tetap berada pada fase air, sedangkan fase minyak hanya mengandung sebagian kecil senyawa yang terekstraksi. Tinggi lapisan minyak terbesar diperoleh pada teh hitam 90°C (1,5 cm). Penelitian ini menegaskan bahwa warna RGB dapat digunakan sebagai indikator semi-kuantitatif jumlah senyawa terlarut, meskipun tidak spesifik untuk kafein. Diperlukan metode lanjutan seperti spektrofotometri UV-Vis atau HPLC untuk kuantifikasi kafein secara akurat.

References

Anggraeni, N. D. (2021). Pengaruh suhu dan waktu ekstraksi terhadap kadar kafein dalam teh hitam produksi Semugih. Journal of Research and Technology, 7(2), 175–186.

Annuryanti, F., Zahroh, M., & Purwanto, D. A. (2018). Pengaruh suhu dan jumlah penyeduhan terhadap kadar kafein terlarut dalam produk teh hijau kering dengan metode KCKT. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 5(1), 30–35.

Chadijah, S., Musdalifah., Qaddafi, M., & Firnanelty. (2021). Optimalisasi suhu dan waktu penyeduhan daun teh hijau (Camellia sinensis L.) terhadap kandungan antioksidan, kafein, katekin, dan tanin. Journal of Pharmacy, 1(1), 59–65.

Juandri., & Anwar, N. (2023). Pengenalan warna terhadap objek dengan model analisis elemen data warna gambar berbasis deep neural network. BULLET: Jurnal Multidisiplin Ilmu, 2(1), 23–31.

Silmi, F. F., Variyana, Y., & Shintawati. (2024). Pengaruh variasi feed to solvent daun teh (Camellia sinensis) pada ekstraksi kafein. JOASCE: Journal Applied of Science and Chemical Engineering, 2(1), 28–33.

Verinda, S., & Herwana, E. (2020). Asupan kafein dari kopi dan teh serta hubungannya dengan kepadatan tulang pada perempuan pascamenopause. Jurnal Biomedika dan Kesehatan, 3(2), 70–76.

Wardani, R. H., & Fernanda, M. A. (2016). Analisis kadar kafein dari serbuk teh hitam, teh hijau, dan teh putih (Camellia sinensis L.). Journal of Pharmacy and Science, 1(5), 1–5.

Downloads

Published

2026-06-29

Issue

Section

Articles

How to Cite

Kajian Distribusi Senyawa Teh Hijau dan Teh Hitam melalui Ekstraksi Cair-Cair Berdasarkan Analisis Warna RGB dan Pengaruh Suhu Penyeduhan. (2026). Research and Practice of Educational Chemistry, 5(01), 24-30. https://journal1.uinssc.ac.id/index.php/respec/article/view/24479